Introvert Tidak Suka Orang? Carl King: Mitos!

Introvert terkenal ekstrem dalam hal menghindari orang, tapi Carl King mengingatkan kita bahwa ada lebih banyak yang harus diperhatikan (untuk memastikannya) lebih daripada yang dilihat mata. “Masalahnya adalah melabeli seseorang sebagai introvert merupakan penilaian yang sangat dangkal,” tulis King. Menurut komposer dan pembuat film ini, kenyataannya lebih kompleks daripada itu.

Carl King menuliskan daftar ini setelah menemukan buku berjudul The Introvert Advantage: How to Thrive in an Extrovert World, yang ditulis Marti Laney, Psy.D. “Rasanya seolah seseorang menulis volume ensiklopedia tentang ras manusia langka yang saya termasuk di dalamnya. Tidak hanya buku ini menjelaskan banyak keeksentrikan saya, buku ini juga membantu saya mendefinisikan ulang seluruh hidup saya dalam konteks baru dan produktif.”

Apa saja mitos tentang introvert yang ditulis Carl King?

Mitos #1: Introvert tidak suka bicara

Introvert tidak bicara kecuali mereka punya sesuatu untuk dikatakan. Mereka tidak suka obrolan remeh-temeh. Coba ajak seorang introvert mengobrok tentang sesuatu yang menarik minat mereka, maka mereka takkan tutup mulut hingga berhari-hari.

Mitos #2: Introvert itu pemalu

Yang mereka butuhkan adalah alasan untuk berinteraksi. Introvert tidak berinteraksi sekadar untuk berinteraksi. Jika Anda ingin berbicara dengan seorang introvert, bicara saja. Tidak perlu khawatir tentang bersikap sopan.

Mitos #3: Introvert orangnya kasar

Introvert ingin setiap orang bersikap apa adanya dan jujur. Sayangnya, ini tidak diterina di sebagian besar situasi, sehingga introvert bisa merasakan banyak tekanan untuk menyesuaikan diri, yang mereka rasakan melelahkan.

Mitos #4: Introvert tidak menyukai orang

Jika Anda cukup beruntung untuk dianggap teman oleh seorang introvert, Anda mungkin sudah mendapatkan sekutu seumur hidup. Begitu Anda mendapatkan rasa hormat mereka sebagai orang yang berarti, Anda pun disukai olehnya.

Mitos #5: Introvert tidak suka keluar ke keramaian

Introvert menghimpun data dan pengalaman dengan sangat cepat dan, hasilnya, mereka tidak perlu bertahan di situasi itu terlalu lama untuk “mengerti”. Mereka siap pulang, mengisi ulang energinya, dan memproses semuanya. Bahkan, mengisi ulang baterai mereka benar-benar krusial bagi introvert.

Mitos #6: Introvert selalu ingin sendirian

Introvert banyak berpikir. Mereka mengkhayal. Mereka suka memiliki masalah untuk ditangani, puzzle untuk diselesaikan. Tetapi, mereka juga bisa sangat kesepian jika tidak memiliki seseorang untuk berbagi temuan mereka.

Mitos #7: Introvert orang aneh

Introvert berpikir untuk diri mereka sendiri dan, karena itu, mereka sering menantang kelaziman. Mereka tidak mengambil sebagian besar keputusan mereka berdasarkan apa yang populer atau trendi.

Mitos #8: Introvert adalah kutu buku penyendiri

Bagi introvert, dunia “di dalam diri” mereka lebih membangkitkan rangsangan dan menjanjikan hadiah untuk mereka.

Mitos #8: Introvert tidak tahu cara rileks dan bersenang-senang

Introvert biasanya rileks ketika berada di runah atau alam, bukan di tempat umum yang sibuk.

Mitos #10: Introvert bisa menjadi ekstrovert

Introvert tidak bisa “memperbaiki diri mereka sendiri” dan layak dihormati karena sifat alami dan kontribusi mereka bagi umat manusia.

Jika selama ini kamu lebih suka berdua dengan dirimu daripada dengan orang lain, apalagi yang kamu kenal sebatas permukaan saja, mungkin kamu tipe introvert. Menjadi introvert tidak salah dan bukan dosa, Inspirator. Tahu tidak, tipe introvert memiliki enam kualitas istimewa.

Apakah kamu tipe introvert atau ekstrovert, bukan masalah besar, yang penting kamu harus ingat untuk selalu menjalani hidup dengan bahagia, karena hati yang bahagia adalah magnet bagi mukjizat.

(Sumber foto dan tulisan: BoredPanda)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here