Interaksi Sehari-Hari yang Efektif Untuk Membangun Ikatan Kuat Antara Orangtua dan Anak

Banyak orangtua beranggapan bahwa membentuk ikatan kuat dan sehat dengan anak membutuhkan waktu khusus yang perlu disiapkan secara khusus pula. Sebagian orangtua lain beranggapan ikatan dengan anak bisa dijalin dan dipertahankan dengan memberikan materi berlimpah pada anak. Sayangnya, cara-cara ini sudah sering terbukti tidak berhasil. Rasa hormat dan kasih sayang tidak bisa dibeli dengan materi. Salah satu cara untuk membangun ikatan kuat antara orangtua dan anak adalah dengan melakukan interaksi positif dalam rutinitas sehari-hari.

Membiasakan memeluk anak

Sentuhan fisik yang penuh kasih sayang membuat anak merasakan kedekatan dan memberinya perasaan terlindungi. Dari sisi psikologis, mendapatkan sentuhan menenangkan secara rutin berdampak kepuasan hidup dan kompetensi sosial anak pada tahun-tahun mendatang kehidupannya. Selain itu, sentuhan dan pelukan juga membawa pengaruh positif bagi perkembangan fisik anak. Anak yang sering mendapatkan pelukan cenderung memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi daripada anak yang jarang atau tidak pernah mendapatkan pelukan.

Foto: rebekahwestover.blogspot.com

Berapa kali sebaiknya memeluk anak? Mungkin sebaiknya Anda tidak melakukan ini seperti orang ingin mencetak skor dalam kehidupan. Ingat saja untuk melakukannya sesering mungkin dan dengan cara alami, tidak dibuat-buat. Anak-anak sangat peka merasakan ketidaktulusan. Peluk anak Anda saat bangun tidur, saat dia bangun, saat dia makan–kapan saja. Usap kepala, bahu, atau punggungnya–ini membuat anak merasa keberadaannya disadari. Ingat juga untuk melakukan kontak mata.

Anak yang usianya lebih besar, katakan memasuki masa remaja, mungkin merasa malu jika Anda memeluknya di depan umum. Terutama di depan teman satu sekolah atau sepergaulannya. Jika ini kasusnya, jangan memaksa. Anda bisa melakukannya pada waktu-waktu ketika dia merasa lebih nyaman menerima sentuhan dan pelukan dari orangtuanya. Entah Anda seorang ibu atau ayah, anak tetap membutuhkan pelukan Anda. Saat berpelukan, akan terbentuk ikatan kuat antara orangtua dan anak.

Bermain bersama anak

Foto: Iklan Mattel

Jangan bermain dalam kapasitas Anda sebagai orang dewasa. Jadilah anak-anak dan masuklah ke dunia mereka. Lihat dunia dari mata anak-anak, lupakan usia Anda. Cara ini sangat efektif untuk memenangi hati dan kepercayaan anak-anak, membuat mereka mudah bekerja sama dengan Anda. Ayah yang ikut membangun istana pasir lebih hebat di mata anak mereka daripada ayah yang meraup keuntungan 100 juta sehari dari bisnisnya. Ibu yang ikut memasak sayuran plastik dengan peralatan masak plastik jauh lebih keren di mata anak mereka daripada ibu yang bolak-balik ke luar negeri untuk urusan pekerjaan.

Masa kecil yang bahagia bukan hanya ampuh untuk membangun ikatan kuat antara orangtua dan anak. Kelak, kenangan ini juga dapat membuat anak lebih tegar dalam menghadapi tantangan hidup.

Membiasakan interaksi tatap muka

Foto: Google Internet

Jika anak Anda dan masa depannya penting bagi Anda, sesibuk apa pun hidup Anda, luangkan waktu khusus setiap hari untuk tatap muka dengan mereka. Bukan kuantitas yang penting, melainkan kualitasnya. Jika Anda hanya bisa menyisihkan 15 menit, itu pun baik, asalkan 15 menit ini seratus persen untuk anak Anda. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk mendengarkan cerita mereka, keluh-kesah mereka, apa kebutuhan mereka. Berikan perhatian penuh, singkirkan ponsel dan alat komunikasi lain. Anak Anda lebih penting daripada apa pun. Katakan pada diri Anda bahwa mendengarkan curhat anak sama seperti melakukan investasi jangka panjang untuk kesuksesan mereka di masa depan. Investor hebat tahu bahwa investasi dengan return terbaik didapatkan dengan berinvestasi dalam jumlah kecil sesering mungkin dalam jangka panjang.

Lima belas menit Anda setiap hari selama 15 tahun awal kehidupan anak Anda akan mengurangi banyak kekhawatiran Anda tentangnya pada tahun-tahun selanjutnya.

Foto: Google Internet

Mendengarkan cerita anak sebagai teman

Ketika Anda sudah bisa secara rutin meluangkan waktu khusus untuk tatap muka, jadilah teman yang baik, bukan hakim. Saat anak menyampaikan keluhan, hindari menyudutkan atau menyalahkannya. Anak Anda mungkin saja bersalah, tapi menghakiminya hanya membuat anak merasa tidak nyaman lagi berterus terang pada orangtuanya karena yakin disalahkan. Alih-alih membangun ikatan kuat antara orangtua dan anak, Anda justru menciptakan jarak.

Empat cara sederhana di atas bisa Anda modifikasi sesuai situasi hidup Anda. Satu hal yang bisa Anda ambil dari keseluruhan artikel ini adalah membangun ikatan kuat antara orangtua dan anak butuh usaha maksimal. Sama seriusnya seperti Anda membangun kerajaan bisnis Anda. Sia-sia jika Anda baru mencobanya setelah Anda pensiun, atau ketika anak Anda sudah memasuki usia remaja.

Peluk anak Anda sebelum pergi beraktivitas, usap kepalanya kapan pun Anda sempat, singkirkan gadget pada sesi khusus untuk curhat anak. Hubungan antara Anda dan anak menentukan kualitas hidup anak Anda kelak. Jika ikatan itu kuat, dijamin membawa kebaikan untuk dua belah pihak dan orang-orang di sekitar mereka.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here