Ilustrasi

Akhir 2015 silam, negara-negara ASEAN menyepakati keberadaan ASEAN Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan harapan 10 negara yang tergabung di dalam ASEAN nantinya akan bisa mengambil peluang dan manfaat dari aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan arus modal yang lebih bebas di seluruh wilayah Kamboja. Kehadiran MEA diprediksikan akan mampu meningkatkan pendapatan rill Kamboja sebesar 4,4%, peningkatan ekspor sebesar 5,3% dan investasi swasta sebesar 24,8%. Namun Kamboja masih terus berbenah diri dalam menghadapi MEA mengingat masih banyaknya beragam infrastruktur jalan, transportasi, pelabuhan, serta keterbatasan pasokan listrik lokal dan telekomunikasi yang belum memadai menjadi perhatian serius Kamboja saat ini.

Masyarakat Kamboja | Sumber: http://phnompost.com/
Menurut Peneliti Cambodia Development Resource Institute, Hing Vutha, berdasarkan laporan persiapan Kamboja Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN mengatakan bahwa rumitnya birokrasi dan urusan logistik dalam ekspor Kamboja masih menjadi kendala utama dalam peningkatan ekonomi di Kamboja. Hing Vutha juga menyebutkan Kamboja masih dikatakan tertinggal dalam hal pendidikan dan keterampilan. Angka Melek Huruf di negeri ini cukup besar sebesar 73,9% pada tahun 2012. Mayoritas pekerja pun didominasi oleh tenaga kerja yang hanya menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Padahal ASEAN sudah memiliki kesepakatan Perjanjian Saling Pengakuan yang berisi standar kualifikasi profesi yang harus dipatuhi oleh negara-negara ASEAN.
Anak-Anak Kamboja | Sumber: http://perth.jollypeople.com/
Oleh karena itu Hing Vutha menekankan pentingnya persiapan Kamboja untuk memperhatikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama membenahi Kamboja demi menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Hing juga menjelaskan bahwa untuk saat ini dengan hadirnya tenaga-tenaga kerja profesional dari ASEAN diharapkan masyarakat Kamboja juga bisa belajar dari mereka untuk mengisi minimnya kualitas tenaga kerja. Dalam jangka panjang, Hing menyarankan pemerintah Kamboja harus konsisten dalam membenahi kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kamboja agar negeri tersebut bisa menghasilkan tenaga kerja terampil dan bisa mengurangi ketergantungan tenaga kerja terampil dari negara-negara ASEAN lainnya. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Dylan Aprialdo Rachman Editor: Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY