Sumber: my-cilacap.blogspot.com

Hampir dua pertiga wilayah Indonesia merupakan wilayah laut, tidak heran Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia. Hasil laut yang melimpah dengan beraneka ragam biota laut di dalamnya membuat Indonesia sering menjadi destinasi para pelancong untuk menyaksikan keindahan baharinya. Para masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pun tak ketinggalan untuk memanfaatkan kekayaan maritim Indonesia sebagai sumber penghidupan mereka. Tapi, tahukah Inspirator!, kalau ternyata para nelayan ini tidak hanya memanen ikan-ikan untuk dijual. Mereka juga mengadakan perayaan atau festival sedekah laut. Festival sedekah laut adalah festival tahunan yang diadakan sebagai bentuk syukur atas hasil laut yang melimpah sepanjang tahun. Di Indonesia sendiri telah banyak daerah yang mengadakan festival sakral ini. Kalau Inspirator tertarik untuk menyaksikannya, silakan berkunjung ke 4 destinasi berikut ini. 1. Cilacap, Jawa Tengah

Sumber: my-cilacap.blogspot.com
Ilustrasi | Sumber: my-cilacap.blogspot.com
Kota yang terletak di ujung selatan Jawa Tengah ini setiap tahun mengadakan Budaya Sedekah Laut. Perayaan ini dilaksanakan setiap bulan Suro dalam sistem penanggalan Jawa. Di tahun 2016 ini, bulan Suro akan jatuh pada bulan Oktober. Pastikan kamu kosongkan jadwal untuk ke pesisir Pantai Cilacap, ya. Rangkaian acara dimulai dengan arak-arakan 8 Jolen (sesaji) yang hendak dilarung ke Pantai Selatan. Jolen tersebut dikirab dari pendopo Kabupaten Cilacap menuju Pantai Teluk Penyu, Cilacap, kemudian dibawa ke Pulau Mejeti untuk dilarung di Samudera Hindia. Tidak hanya itu, kirab juga diiringi dengan dua perempuan berkuda, barisan prajurit bertombak, barisan umbul-umbul, 14 putri domas, 14 putri pengiring, kereta kuda yang membawa bupati Cilacap dan istri serta pejabat lainnya, sejumlah becak, dan prajurit pembawa jolen. Selain itu ada pula kepala kerbau sebagai sesaji dalam jolen yang disusun di dalam tandu dan dibawa para nelayan. Tak kurang ribuan orang menyaksikan prosesi ini setiap tahunnya. Tertarik? 2. Morowali, Sulawesi Tengah
Suasana ramai Festival Bajo Pasakkayang| Sumber: m.detik.com
Suasana ramai Festival Bajo Pasakkayang| | Sumber: m.detik.com
Di sini terdapat Festival Bajo Pasakkayang yang merupakan tempat berkumpulnya suku Bajo. Perayaan khas suku Bajo ini diawali dengan proses adat bernama Ngangaidah. Upacara dibuka secara simbolis dengan mengibarkan bendera hitam ula-ula. Kemudian, lantunan alat musik dibunyikan dan disertai oleh bunyi terompet Suku Bajo yang disebut Nagabulo. Dengan membawa bendera ula-ula dan sesajen, para nelayan berarak hingga dermaga. Sesampainya di dermaga, rombongan pun turun dan menuju ke salah satu perahu besar yang menjadi panggung utama. Tak lama gong akan dibunyikan dan diikuti dengan atraksi tari-tarian dari Suku Bajo yang didominasi warna hitam. Selanjutnya, sesajen beserta dupa yang telah disiapkan dibawa ke atas panggung dan dilarung ke laut sebagai simbol persembahan bagi laut dan leluhur. Serunya nih, usai upacara Suku Bajo bergembira ria dengan saling guyur air. Festival Bajo biasa digelar pada bulan November setiap tahunnya. 3. Gunungkidul, Yogjakarta
Ilustrasi | Sumber: blogspot.com
Tepatnya di pinggir Pantai Sadranan, Wonosari, kamu bisa menyaksikan upacara larung sesaji yang dinamakan Labuhan Laut. Ritual yang dilakukan pada bulan Desember tiap tahunnya ini dilakukan dengan memberikan hasil bumi kepada Sang Penguasa Laut Selatan agar diberikan keselamatan dan rezeki yang berlimpah. Dibuka dengan iring-iringan pembawa sesaji persembahan dalam perahu jukung, perangkat desa, para penari tradisional, beberapa tokoh masyarakat, serta tak lupa didampingi oleh juru kunci pantai, dan diiringi musik gamelan tradisional Jathilan. Rombongan ini memasuki kawasan Pantai Sadranan yang telah disesaki masyarakat setempat dan para pengunjung serta wisatawan. Wah, ramai ya? Pemanggul yang mengenakan baju adat menyerahkan perahu jukung berisi sesaji kepada pemanggul yang mengenakan jaket pelampuang untuk segera dilarung ke tengah samudera dan disambut ombak besar. 4. Jakarta
Ilustrasi | Sumber: andikafm.com
Buat yang tinggal di Ibu Kota dan males jauh-jauh ke luar kota, tenang. Karena ternyata di Jakarta, tepatnya di Marunda, Jakarta Utara ada juga loh ritual sedekah laut. Ritual yang biasa disebut Nyadran ini diselenggarakan tiap jelang Ramadhan untuk mencari berkah dan rejeki selama setahun ke depan. Sama seperti festival sebelumnya, festival ini juga menggunakan sesaji yang berupa kepala kerbau serta beberapa ekor ayam cemani yang sudah dibakar dan satu masih hidup. Tambahan nih, mereka juga melarung segayung darah kerbau sebagai ritual nelayan. Sebelum upacara mulai, dilakukan pementasan wayang kulit di sekitar kampung nelayan. Ini dikenal sebagai ruwatan, setelah selesai barulah dilakukan ritual ‘pencucian’ dengan sebagian darah kerbau yang telah dicampur kembang ke kawasan nelayan tersebut. Hmm, berani coba? Keempat festival di atas menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memang masih banyak yang percaya dengan ritual yang berbau mistis. Tapi hal tersebut merupakan bagian kekayaan budaya di Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri. Namun tidak lupa juga bahwa berbagai perayaan sedekah laut tersebut juga mengandung filosofi rasa syukur kepada Sang Pencipta. Tidak ada salahnya kan menyaksikan festival unik Tanah Air? Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Lisa Angelia Editor: Dylan Aprialdo Rachman Sumber: travel.detik.com Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleHadapi MEA, Bangun Relasi Sampai ke Harvard
Next articleMemiliki Peran Strategis, Mahasiswa Akan Diedukasi Paham Pajak

LEAVE A REPLY