Indonesia Outdoor Festival 2017 Resmi Dibuka, Pengunjung Tumpah Ruah

Indonesia Outdoor Festival
Foto: Indra Fuadi

Indonesia Outdoor Festival (Indofest) resmi digelar hari ini, Kamis (11/5/20 7), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Dibuka mulai pukul 10.00 WIB, Indofest akan berlangsung selama empat hari sampai minggu (14/5/2017). Seperti dua pelaksanaan sebelumnya, festival yang digelar oleh COS Event ini akan menyajikan atmosfer petualangan menarik di dalam area pameran, mulai diskusi, choacing clinics, demo komunitas dan lainnya.

Ingatkah Inspirator akan peristiwa turis yang digigit komodo di Taman Nasional Komodo? Atau, pendaki yang tersesat dan kemudian tewas lantaran kecelakaan di Taman Nasional Gunung Gede Parangrango?

Oleh karenanya, pada acara pembukaan di hari pertama Indofest, dilaksanakan talkshow bertajuk “Safety dan Amenity Pendakian.” Talkhshow yang dipandu oleh pendaki profesional, Adiseno, ini akan menghadirkan tiga kepala taman nasional, yaitu Kepala Taman Nasional Gede Parangrango, Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Kepala Taman Nasional Gunung Raung.

Pada sesi inilah pengunjung bisa bertanya langsung soal perizinan, aturan main, atau apapun yang selama ini belum diketahui terkait “seluk-beluk” menjelajahi taman nasional di Indonesia. Di sesi diskusi berikutnya, Don Hasman penulis sekaligus fotografer akan berbagi kisah perjalanannya bersama Eiger dengan tema “Perjalanan Don Hasman via De La Plata”.

Nah, bagi kaum perempuan yang suka outdoor activity, Indofest juga menyajikan diskusi tentang ekspedisi Eiger bertema Wanita dan Petualangan. Diskusi ini menampilkan Putri Marino, Abex, serta Anastasia.

Disyon Toba, CEO COS Event, mengatakan Indosfest 2017 merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya sebagai festival kegiatan alam bebas terbesar di tanah air. Karena itulah Indofest tetap merangkum festival, bazar, talkshow dan kegiatan menarik lainnya yang berbau alam bebas.

“Target pengunjung tahun ini 60.000. Saya optimis itu bisa tercapai, karena banyak isu terbaru di dunia alam bebas di Indonesia yang kami angkat di festival ini. Apalagi dengan ikut sertanya tiga taman nasional paling terkenal di Indonesia. Ini kali pertama Kepala Taman Nasional mau buka-bukaan di depan publik.” ujar Disyon.

Opening Indonesia Outdoor Festival 2017 (Foto: Indra Fuadi)

Selain akan banyak diskon produk berkaitan alam bebas, ikut sertanya perusahaan travel yang selama ini hadir di Travel Fair juga akan memudahkan pengunjung mencari informasi soal penerbangan, akomodasi dan destinasi wisata alam bebas.

“Artinya kami menyatukan semua pihak terkait kegiatan alam bebas di tanah air yang setiap hari semakin pesat, termasuk bisnis pendukung kegiatan alam bebas itu sendiri.” ujar Disyon.

Untuk mencapai target pengunjung itulah, panitia Indofest 2017 menghadirkan 120 exhibitor dari produsen peralatan dalam dan luar negeri, penyedian jasa alam bebas, promosi destinasi, beberapa federasi dan komunitas luar ruang hingga lembaga terkait.

Eva Fitriyeni, Koordinator dari penyelenggara COS Event, mengaku yakin Indofest tetap bisa menjadi tempat paling pas untuk bertemunya pelaku dan organisasi penggiat alam bebas, pebisnis outdoor equipment dan jasa promosi destinasi luar ruang.

Optimis itu didukung dengan jumlah peningkatan peserta pameran. Jika pada 2016 brand yang berpatisipasi mencapai 101 brand lokal dan internasional, pada Indofest 2017 jumlah brand peserta pameran meningkat menjadi 120.

Beberapa brand yang berpartisipasi di Indofest (Foto: Indra Fuadi)

Tahun ini Indofest 2017 didukung oleh Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang bahkan sudah menyatakan dukungannya untuk pelaksanaan Indofest ini.

“Kami mendukung dan mengapresiasi acara ini karena kegiatan ini sejalan dengan program KLH untuk meningkatkan kunjungan wisata alam Taman Nasional yang kami kelola. Ada 53 taman nasional, 30 taman wisata alam yang sudah layak dikunjungi. Tetapi, ini sifatnya wisata khusus minat petualang,” ujar Djati Wicaksono, Kepala Humas Biro KLH.

Selain sebagai media promosi jasa lingkungan pariwisata alam, lanjut Djati, pihak KLH akan memanfaatkan Indofest sebagai ajang rutin untuk mempromosikan wisata alam Indonesia, terutama kawasan wisata alam. Hal ini sesuai dengan program KLH, “ayo ke taman nasional.”

Keep Breathing, Keep Inspiring! 

Inspirator Freak 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here