Ikatan yang Sehat Antara Orangtua dan Anak Tentukan Kualitas Anak Kelak

Navy Lieut. Andrew Bradstreet with his daughter, Aliya. Vanessa Hicks Photography

Ikatan yang sehat antara orangtua dan anak menjadi faktor yang ikut menentukan perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak di kemudian hari. Ikatan ini bersifat unik karena di landasan inilah kepribadian dan perilaku anak akan dibangun. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa hubungan yang sehat antara orangtua dan anak membawa hasil positif bagi anak-anak dan keluarga mereka.

Orangtua pengasih menghasilkan anak-anak pengasih juga. Sedekat apa hubungan Anda dengan anak bisa memberikan indikasi bagaimana jadinya anak Anda kelak. Bahkan, hubungan ini memengaruhi kuat tidaknya kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka.

Dampak positif ikatan yang sehat

Anak-anak yang tumbuh dengan perasaan aman dan kedekatan yang sehat pada orangtua mereka memiliki peluang lebih baik untuk membangun hubungan yang bahagia dan memuaskan dengan orang lain dalam kehidupan mereka. Anak yang memiliki ikatan yang sehat dengan orangtuanya akan belajar untuk mengelola stres mereka saat menghadapi tekanan dan/atau situasi sulit. Selain itu, mendorong perkembangan mental, bahasa, dan emosional si anak, membuat anak memperlihatkan perilaku optimistis dan percaya diri di lingkungan sosial.

Keterlibatan dan campur tangan orangtua dalam kadar yang sehat dalam kehidupan anak sehari-hari menjadi dasar terbentuknya kemampuan sosial dan akademis yang lebih baik. Anak-anak juga akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang kuat jika dan ketika mereka memiliki hubungan yang sehat dengan orangtuanya.

Foto: Google Internet

Ikatan antara orangtua dan anak tidak hanya harus kuat, melainkan juga fleksibel, karena Anda tidak bisa memperlakukan anak usia tiga tahun sama dengan memperlakukan anak usia di atas sepuluh tahun.

Tipe hubungan antara Anda dan anak Anda tergantung pada bagaimana pola pengasuhan Anda. Berikut ini beberapa hubungan yang umum antara orangtua dan anak:

1. Hubungan yang aman

Anak merasa aman bersama orangtua atau orang yang mengasuh mereka. Hasilnya, anak percaya mereka akan dijaga dan dirawat. Hubungan ini terbentuk ketika orangtua secara konsisten bersikap responsif pada kebutuhan anak mereka.

Foto: Google Internet

Anak yang merasakan hubungan yang aman dengan orangtuanya lebih mungkin menjadi individu yang mandiri dan percaya diri di masa mendatang. Mereka berinteraksi dengan baik secara sosial dan bisa lebih baik mengendalikan emosi mereka.

2. Hubungan pengabaian

Anak biasanya merasa tidak tenang jika orangtua mereka tidak bersikap responsif pada kebutuhannya. Mereka menjadi mandiri karena terpaksa dan terpaksa menjaga diri sendiri sejak kanak-kanak. Hubungan pengabaian seperti ini membawa dampak pada masalah perkembangan anak, juga masalah perilaku seperti suka menggigit, mendorong, dan memukul.

Anak-anak yang menjalani hubungan seperti ini lebih mungkin memiliki kemampuan sosial yang buruk, misalnya menarik diri atau justru agresif. Anak juga akan cenderung memiliki sifat suka melawan dan berbuat sesuka hatinya.

3. Hubungan ambivalen (mendua sikap)

Dalam tipe hubungan ini, kebutuhan si anak kadang-kadang terpenuhi, kadang-kadang tidak. Orangtua merespons kebutuhan mereka, tapi tidak konsisten. Contohnya, orangtua tidak segera merespons ketika anaknya lapar atau menangis karena sibuk bekerja. Mereka baru merespons beberapa saat kemudian.

Anak-anak dalam situasi hubungan seperti ini tumbuh menjadi anak manja dan cenderung menunjukkan sikap emosional berlebihan.

4. Hubungan tidak terorganisasi

Dalam tipe hubungan seperti ini, orangtua mengabaikan kebutuhan anak mereka. Akibatnya, anak belajar untuk tidak berharap apa pun dari orangtua mereka. Jika kasusnya seperti ini, kemungkinan salah satu atau kedua orangtua menderita gangguan psikologis.

Anak yang besar dalam situasi hubungan seperti ini terlibat dalam aktivitas tidak bermakna dan menunjukkan perilaku ganjil. Beberapa dari mereka berbicara sangat cepat, sehingga orang lain sulit memahami apa yang mereka katakan.

Ikatan yang sehat antara orangtua dan anak penting untuk dibentuk sejak usia anak sangat dini, bahkan sejak bayi. Makhluk hidup yang diperlakukan dengan kasih sayang secara berkelanjutan akan menjadi individu yang penuh kasih sayang. Begitu juga sebaliknya. Bagi Anda yang sudah, atau segera, menjadi orangtua, disarankan untuk lebih rajin mempelajari tentang pengasuhan.

(Dari berbagai sumber)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here