HiLo Green Leader
William Wimpy, Pemenang HiLo Green Leader 2016

HiLo Green Leader merupakan salah satu bentuk komitmen HiLo, dalam  berkontribusi kepada lingkungan, melalui pencarian sosok pemimpin masa depan yang diharapkan mampu menginspirasi masyarakat agar peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Memasuki tahun ke-6, HiLo Green Leader kembali digelar dengan ratusan penggiat lingkungan yang telah mendaftar secara online dan mengisi esai sebagai seleksi awal HiLo Green Leader. Mereka yang lolos dari tahap ini kemudian melakukan sesi wawancara, dimana akhirnya terpilih delapan orang yang berhak mengikuti karantina di Jakarta. Sejak 17 Mei lalu, kedelapan Finalis HiLo Green Leader telah melewati serangkaian agenda karantina, dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin dan inspirator. “Diadakannya HiLo Green Leader, dan terpilihnya kedelapan pemimpin di dalamnya telah menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki anak-anak muda yang tidak hanya cerdas, namun juga tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan melalui beragam karya dan movement yang mereka kerjakan.” Ujar Angelique Dewi Permatasari, Nutrifood Head of Green Committee. Dia pun menambahkan, kedelapan finalis memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan yang berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama yaitu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan terciptanya bumi yang lebih lestari, serta kehidupan yang berkelanjutan.

HiLo Green Leader
8 Finalis HiLo Green Leader
William Wimpy dengan usaha eco-fashion bernama Canting Hijau, keluar sebagai pemenang HiLo Green Leader 2016, menyusul kemudian Joni Sudarmanto dengan usaha kreatif berlabel CORPIES sebagai Runner-Up. Keduanya berhak atas dana dukungan untuk menghadiri konferensi lingkungan hidup tingkat internasional, sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan serta memperluas jejaring dengan organisasi dan komunitas lingkungan lainnya. William berhak atas bantuan dana dukungan sebesar Rp 45 juta untuk konferensi tingkat dunia, dan Joni mendapatkan Rp 25 juta untuk mengikuti konferensi tingkat Asia. Keikutsertaan mereka ini diharapkan mampu menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas mereka seputar isu lingkungan di bidang mereka geluti, sehingga kontribusi yang diberikan untuk masyarakat juga dapat semakin besar. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Inspirator Freak

SHARE
Previous articleLebih Dekat dan Lebih Dalam Bersama #Untukpapua
Next article‘Prenjak’, Film Pendek Terbaik di Semaine de La Critique 2016, Cannes

LEAVE A REPLY