Hati-Hati, Ini 6 Jenis Depresi yang Harus Kamu Kenali Gejalanya

Photo: tinybuddha.com

Pernahkah kamu mengalami rasa sedih berlarut-larut? Hati-hati, Inspirator. Perasaan sedih secara berlebihan ini tentu akan mengganggu kehidupan sehari-hari, bahkan dapat berujung depresi. Saat mengalami hal ini, kamu harus cepat ambil tindakan untuk menyembuhkannya. Kamu bisa melakukan relaksasi sederhana untuk hilangkan stres atau mencoba teknik pengobatan Tiongkok untuk redakan stres.

Tetapi, sebelumnya, kamu harus tahu dulu ragam jenis depresi berikut ini. Yuk, kita intip, ada apa saja, ya?

Depresi mayor

Photo: hellosehat.com

Depresi mayor merupakan depresi berat dan dapat didiagnosis. Gejala depresi mayor cukup serius dan efeknya memengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti sulit tidur, terus-menerus sedih, putus asa, merasa kesepian, dan tidak tertarik untuk melakukan kegiatan apa pun. Biasanya kondisi ini bisa berlangsung selama dua minggu lebih. Hal-hal yang dapat memicu depresi mayor antara lain faktor keturunan dan trauma psikologis.

Gangguan bipolar

Photo: sehatly.com

Orang yang mengalami gangguan bipolar lebih senang mengurung diri di kamar dan tidak mau makan. Bipolar dapat membuat seseorang mengalami dua kondisi yang bertolak belakang, yaitu depresi dan mania. Kondisi depresi ditunjukkan dengan rasa putus asa dan sedih. Sedangkan pada kondisi mania, penderitanya akan menunjukkan emosi meluap-luap, seperti rasa sedih, takut, atau gembira yang tidak terkendali.

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Photo: mymindtalk.com

Seasonal Affective Disorder (SAD) atau dikenal dengan gangguan suasana hati musiman. Perubahan waktu pada musim dingin atau hujan dapat memengaruhi kondisi fisik dan pikirannya. Misalnya, seseorang akan mengalami stres berat saat cuaca dingin atau terlalu panas. Hal ini normal dan biasanya membaik dengan sendirinya ketika cuaca juga membaik.

Depresi situasional

Photo: shutterstock

Ketika ada kejadian yang memberikan tekanan mental cukup tinggi, seseorang dapat mengalami depresi situasional. Hal ini akan berpengaruh pada mood, pola tidur, dan nafsu makan. Sederhananya, gejala depresi situasional terjadi karena respons otak terhadap stres. Jadi, kalau kamu berada di situasi yang membuatmu tertekan, kamu akan mudah mengalami hal ini.

Depresi kronis (Distimia)

Photo: hellosehat.com

Berbeda dengan depresi mayor, depresi kronis bisa dialami selama dua tahun berturut-turut atau lebih. Depresi jenis ini akan memengaruhi kualitas hidup dan membuat seseorang menjadi tidak percaya diri, sulit berkonsentrasi, dan putus asa.

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Photo: womantalk.com

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan mood serius yang dapat mengganggu keseimbangan emosi dan perilaku. Gejala yang ditunjukkan seperti perubahan pola tidur, kesulitan berkonsentrasi, selalu merasa lelah, selalu cemas, kesedihan berlarut, dan suasana hati berubah-ubah. PMDD biasanya terjadi saat ada perubahan hormon atau memasuki masa Premenstrual Syndrom (PMS).

Itulah enam jenis depresi yang harus kamu kenali, Inspirator. Saat kamu mulai mengalami stres atau depresi, segera ambil jeda sejenak untuk melakukan relaksasi atau terapi, ya. Kamu juga bisa mencari tempat curhat tepercaya untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang kamu hadapi. Yang paling penting, jangan lupa untuk bahagia, karena hati yang bahagia adalah magnet bagi mukjizat.

(Sumber: WebMD)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here