Hari Donor Darah Sedunia: Kenal Lebih Akrab Dengan Tipe-Tipe Darah

Tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia lho, Inspirator, kamu sudah tahu belum? Pemilihan tanggal 14 Juni sebagai World Blood Donor Day adalah untuk mengenang kelahiran Karl Landsteiner, pemenang penghargaan Nobel untuk penemu sistem penentuan tipe darah A-B-0.

Kemungkinan besar kamu sudah tahu apa tipe darahmu, dan bahkan mungkin sudah beberapa kali ikut mendonorkan darah. Selama ini secara umum orang mengenal dua kelompok utama golongan darah–AB0 dan Rhesus (Rh). Ternyata dua kelompok besar ini terbagi lagi menjadi delapan golongan: A+, B+, AB+, A-, B-, AB-, 0+, 0-.

Photo credit: Australian Academy of Science

Dasar penentuan tipe darah

Golongan darah seseorang ditentukan berdasarkan ada tidaknya antigen A dan B di dalam sel darah merahnya.
– Tipe darah A hanya memiliki antigen A di dalam sel darah merahnya
– Tipe darah B hanya memiliki antigen B di dalam sel darah merahnya
– Tipe darah AB memiliki antigen A dan B di dalam sel darah merahnya
– Tipe darah 0 (nol) tidak memiliki antigen A dan B di dalam sel darah merahnya

Photo credit: Australian Academy of Science

Bagaimana dengan sistem Rh?

Sama seperti sistem AB0, sistem Rh juga didasarkan pada ada tidaknya molekul tertentu di permukaan sel darah seseorang. Sistem darah Rh utuh mencakup kira-kira 50 antigen sel darah merah yang berbeda, tapi yang terpenting adalah protein yang disebut RhD. Jika sel darah merahmu mengandung protein RhD, berarti kamu memiliki tipe darah Rh positif; jika tidak, berarti Rh negatif.

Apa pentingnya mengetahui tipe darah kita?

Informasi ini sangat penting terutama ketika kamu membutuhkan transfusi darah karena mengalami kejadian khusus yang membuat kamu kekurangan darah. Selain itu, tipe darahmu mungkin berdampak pada kecenderungan mengidap penyakit tertentu pula.

Misalnya, jika tipe darahmu 0, kamu lebih mungkin tidak menunjukkan gejala ketika terinfeksi malaria. Di sisi lain, orang dengan golongan darah 0 cenderung lebih mungkin terkena infeksi Helicobacter pylori, bakteri penyebab bisul perut, yang cenderung tidak menginfeksi orang bertipe darah AB.

Penelitian terbaru di Jepang juga mengaitkan tipe darah 0 dengan risiko kematian lebih tinggi setelah mengalami trauma parah, kemungkinan karena memiliki tingkat faktor penyumbatan darah tertentu yang lebih rendah.

Orang bertipe darah AB memiliki risiko peningkatan pembekuan darah, yang bisa menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas dan mengalami rasa sakit tidak tertahankan.

Orang bertipe darah A memiliki risiko 20 persen lebih tinggi menderita kanker perut dibandingkan golongan darah B dan 0.

Orang dengan golongan darah B memiliki risiko 20 persen lebih rentan mengidap diabetes tipe 2 daripada tipe darah 0 dan 11 persen lebih rentan terhadap penyakit pembuluh darah koroner.

Photo credit: Google Internet

Selain membuat pendonornya lebih sehat, mendonorkan darah juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Mungkin bukan satu, bahkan bisa mencapai jutaan nyawa. Contohnya James Harrison, pria Australia dengan plasma darah langka yang selama 60 tahun sudah menyelamatkan nyawa 2.4 juta bayi.

(Dari berbagai sumber, dengan rujukan utama Australian Academy of Science dan hellosehat.com)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here