Ilustrasi: Indianlink.com.au

Joko dan Siti, baru saja merayakan hari jadian mereka yang ke 100 hari. Aduhai romantisnya pasangan ini. Lebai? Gak juga kalau mereka masih remaja unyu-unyu. Iya, kalau mereka udah masuk usia cukup matang alias dewasa.

Banyak yang bilang, usia tidak menentukan kedewasaan seseorang. Jika kita telisik, ada benarnya juga loh, Inspirator. Apalagi zaman sekarang, ada tuh yang ngaku dewasa secara fisik tetapi kenyataannya masih anak-anak secara psikis.

Dalam ilmu psikologi, dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun dan yang berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Pada masa inilah seseorang akan mengalami perubahan dan pembentukan kemandirian pribadi dan kehidupannya.

Tidak hanya pemikirannya yang lebih baik, seseorang yang dewasa menjadi tidak peduli tentang beberapa hal. Hal yang dulunya dianggap penting, mulai dianggap gak penting.

  1. Tren mode

Sebagai orang yang sesungguhnya dewasa, sosok satu yang ini gak mau terlalu ambil pusing dengan tren mode yang cepat banget ganti. Apalagi cuma untuk dianggap keren. Bukan anti mengikuti tren mode dan malah kuper, sosok ini lebih bijaksana menghadapi tren terbaru.

  1. Ngegosip

Ilustrasi: CNN.com

Gak bisa dipungkiri, ngegosip atau membicarakan orang lain adalah aktivitas yang paling sering dilakukan saat ngumpul bareng teman. Apalagi kalau udah ngegosip tentang sisi negatif dari orang lain, hmm makin jadi tuh.

Seseorang yang dewasa tentu akan menghindari hal ini. Dibandingkan membicarakan orang lain, sosok ini lebih memilih fokus pada pengembangan diri.

  1. Bagaimana perayaan ulang tahun

Ilustrasi: youtume.us

Perayaan ulang tahun itu penting. Makanya momen ini gak pernah dilewatkan dan dirayakan dengan begitu meriahnya. Segala hal terkait perayaan sangat diperhitungkan.

Tetapi beda nih bagi si dewasa. Semakin bertambahnya usia, sosok ini lebih menyukai perayaan sederhana yang penuh makna.

  1. Kenyataan belum menikah

Ilustrasi: Pexels.com

Jomblo di usia cukup matang kadang meresahkan. Apalagi keluarga udah mulai bawel nanya dan teman-teman hobi ngecengin. Galau deh.

Kenyataan belum menikah dan galau, gak berlaku bagi si dewasa. Sosok ini justru menikmati masa sendiri dan sibuk membangun banyak relasi.

  1. Pendapat orang lain tentang hidup kita

Ilustrasi: Pexels.com

Menjadi dewasa adalah suatu masa dimana kamu telah menjadi pribadi yang mampu memberi kontribusi positif bagi dirimu, orang-orang di sekitarmu dan lingkungan dimana kamu berada. Jadi gak ada waktu tuh untuk dengerin omongan lain tentang hidup kita.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY