Glass Gem Corn–Jagung Permata Dengan Warna-Warni Secantik Pelangi

Kehebohan yang timbul karena glass gem corn atau jagung permata sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Tetapi, popularitas jagung cantik dengan warna-warni seperti pelangi ini masih tinggi hingga hari ini. Bagaimana sebenarnya kisah jagung pelangi ini?

Awal kisah lahirnya jagung pelangi

Carl Barnes, petani asal Oklahoma yang keturunan setengah Cherokee, berkeinginan untuk melestarikan warisan leluhurnya. Pada usianya yang matang, Barnes mulai menanam varietas jagung yang lebih kuno sebagai cara untuk terhubung kembali dengan warisan nenek moyangnya.

Photo credit: Greg Schoen

Dalam usahanya menanam varietas jagung zaman dulu, Barnes mampu mengisolasi tipe-tipe kuno yang hilang dari suku-suku Amerika asli ketika mereka direlokasi ke tempat yang sekarang bernama Oklahoma pada tahun 1800-an. Usahanya menuntunnya pada saling tukar benih jagung zaman dulu dengan orang-orang yang dia temui dan dia jadikan teman di seluruh Amerika.

Pada saat yang sama Barnes mulai menyeleksi, menyimpan, dan menanam kembali biji-biji dari tongkol jagung yang memiliki warna-warni khusus. Seiring waktu, tanamannya mulai menghasilkan jagung berwarna pelangi.

Pertemuan dengan Schoen

Seorang petani bernama Greg Schoen bertemu Barnes tahun 1994 di acara kumpulan tanaman asli di Oklahoma. Saat itu Barnes memamerkan jagung warna pelangi miliknya. Schoen tercengang melihatnya. Tahun berikutnya, Barnes memberikan sejumlah biji jagung pelangi pada Schoen, yang kemudian menanam benih pertamanya pada musim panas tahun itu.

Photo credit: Greg Schoen

Schoen dan Barnes terus berteman akrab, dan seiring tahun berganti, dia menerima semakin banyak sampel biji jagung pelangi.

Pada awalnya, Schoen hanya menanam jagung warna-warni ini dalam jumlah sedikit di New Mexico; dia pindah ke sana pada 1999. Tahun 2005, Schoen mulai menanam jagung pelangi dalam kapling-kapling yang lebih besar di dekat Santa Fe, bersama lebih banyak varietas jagung tradisional.

Ketika jagung pelangi dikawinsilangkan dengan varietas jagung tradisional, lagi-lagi dihasilkan varietas baru. Setiap tahun panennya berhasil; bijinya memperlihatkan warna-warna yang semakin cerah dan pola yang semakin jelas.

Photo credit: Greg Schoen

Kelahiran jagung permata kaca

“Permata kaca” adalah nama yang terpikirkan oleh Schoen untuk jagung biru-hijau dan pink-ungu yang dia tanam tahun 2007. Di bawah ini adalah foto asli yang viral tahun 2012, yang membuat jagung berwarna unik ini menjadi sensasi Internet.

Photo credit: Greg Schoen

Seperti apa ya, rasanya? Tidak seperti jagung manis biasa, jagung permata secara umum tidak dimakan begitu saja dari tongkolnya. Jagung permata dikenal juga sebagai jagung “batu api” karena lapisan luar bijinya yang sangat keras. Kebanyakan orang menggiling jagung ini untuk dijadikan makanan berbahan dasar jagung dan menggunakannya di tortilla atau dijadikan jagung giling kasar karena kadar tepungnya sangat tinggi.

Jagung permata juga bisa dijadikan popcorn, meskipun hasilnya nanti bukan popcorn pelangi atau permata. Selain itu, karena kekerasan bijinya, jagung permata juga sangat bagus untuk dijadikan hiasan.

Photo credit: Greg Schoen

Keunikan alam semesta jika dipadukan dengan kreativitas manusia hampir bisa dipastikan menghasilkan sesuatu yang membuat dunia tercengang. Semoga tulisan ini memberimu inspirasi untuk mengawinsilangkan sesuatu, misalnya teknologi dengan teknologi, seni dengan seni, atau seni dengan teknologi, dan masih banyak kemungkinan lain.

(Sumber: Business Insider)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here