gen halilintar, siapkan generasi youngpreneur

Menjadi pengusaha di usia muda? Kenapa tidak? Menghadapi persaingan global yang semakin ketat, pemuda Indonesia justru dituntut menjadi pengusaha agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Seperti yang dilakukan keluarga Gen Halilintar, Siapkan Generasi Youngpreneur. Gen Halilintar adalah nama atau julukan sebuah keluarga berdarah Minangkabau dengan kepala keluarga Halilintar Anofial Asmid (ayah) dan Lenggogeni Faruk (Gen-ibu). Keluarga unik dan inspiratif ini memang menyita perhatian publik  karena telah melakukan perjalanan bisnis keliling dunia, ke 100 negara dengan memboyong seluruh anggota keluarga tanpa didampingi asisten. Wow! “Sejak anak-anak kami kecil memang sudah dilibatkan dalam bisnis. Bagi kami, berniaga merupakan pendidikan yang baik untuk anak-anak karena disitu mereka belajar berhitung, menulis, membaca, berkomunikasi, berhubungan, dan berperilaku.” Ungkap Gen kepada Inspirator freak. Bisnis sembari travelling, lanjutnya adalah salah satu cara yang efektif dan berkesan bagi pendidikan anak-anak karena pengetahuan mereka diasah, dan semakin bertambah. Lebih dari itu, mereka juga dihadapkan pada berbagai situasi, tantangan, budaya, tipe manusia, dimana itu semua adalah proses bagaimana mereka menghadapi masalah yang timbul dilapangan sehingga bisa diterapkan dan dipraktekkan. “Mereka tidak hanya ditanamkan pendidikan, tetapi melihat langsung bagaimana ayahnya memiliki cita-cita yang besar terhadap mereka melalui perjalanan bisnis ini.” ujar perempuan yang juga menulis buku Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team. Kebersamaan inilah yang secara tidak langsung menstimulasi anak-anak Gen Halilintar lebih mandiri dan kreatif. Di rumah misalnya, mereka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri dengan keahlian masing-masing, sehingga keahlian tersebut berkembang menjadi usaha mandiri. Mulai dari catering, pakaian, gadget, aksesoris kendaraan, dan lainnya. Dengan demikian, mereka terlatih menjadi produsen bukan konsumen. “Kami memiliki motto we promote, we sell what we wear, what we use, what we utilize, segala sesuatu yang kita makan dan pakai, itulah yang kita jual dan promosikan.” tambahnya. Hal itu juga berlaku ketika mereka travelling. Meski menggunakan agensi travel sendiri, mereka tidak serta merta menghabiskan biaya tetapi juga mendatangkan income dengan cara membuat pembukaan paket-paket tour dan rute-rute baru. “Prinsip kami, sekali merengkuh dayung, jangan satu pulau yang terlampau tetapi 10 pulau yang terlampaui.” tutupnya. Nah, Inspirator, sudah siapkah kamu menjadi Youngpreneur?. Ibarat pepatah “langkah seribu tidak akan bisa dicapai jika belum melakukan langkah pertama”, maka mulailah dari sekarang. Bagi kamu yang sudah memulainya, jangan pernah menyerah dan terus semangat ya. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Ifa Ikah Editor: Lydia Kusdyanti Iasya Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleCeweQuat Internationale Forum 2016
Next articleTujuh Hal Sederhana untuk Menjaga Bumi

LEAVE A REPLY