Presiden Joko Widodo menetapkan hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng gerakan #sayaPancasila untuk membumikan dan mensosialisasikan Pancasila pada Pekan Pancasila yang dicanangkan oleh Pemerintah pada 29 Mei sampai 4 Juni 2017.

Gerakan ini terdiri dari pemuda pemudi dari beragam latar belakang, antara lain pemerintah, musisi, seniman, komedian, public figure, dan masyarakat umum yang menghadiri acara di Cilandak Town Square (Citos) (3/6/2017). Tujuan umum acara ini yaitu awareness di media sosial dan di komunitas milenial terkait Pancasila. Tema yang diusung yaitu “We The Nation: Saya Indonesia Saya Pancasila.” Tema ini sejalan dengan Pekan Pancasila yang ditetapkan pemerintah.

Secara khusus, acara ini bertujuan membangkitkan nasionalisme berlandaskan Pancasila, memberikan edukasi generasi muda untuk lebih memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai generasi penerus, dan mengharapkan tekad dan komitmen warga negara mengakui dirinya dengan “Saya Indonesia Saya Pancasila.”

Bekraf juga mengendorse dan meluncurkan lagu berjudul Rayakan Perbedaan. Lagu ini merupakan gubahan penyanyi Jflow dan Dira Suganda dengan musik buatan Jeia dalam rangka mendukung tema Pekan Pancasila. Lirik lagu ini mengungkapkan Indonesia sebagai bangsa bhineka tunggal ika, yaitu bangsa yang bersatu dalam segala perbedaan yang ada.

“Bekraf ingin menanamkan dan menumbuhkan dasar-dasar Pancasila khususnya pada kaum muda sebagai generasi penerus bangsa,” tutur Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam siaran persnya.

Nilai-nilai Pancasila akhir – akhir ini semakin terkikis karena banyak hal yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari. Dalam kesempatan ini, Pemerintah menjadikan minggu ini sebagai Pekan Pancasila.

Pancasila diharapkan menjadi menjadi satu-satunya ideologi dan dasar negara untuk mempersatukan dan mempererat nilai kebangsaan dalam diri pribadi rakyat Indonesia dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari. Sehingga, Bhineka Tungga Ika hadir didalam satu tarikan nafas rakyat Indonesia sebagai bangsa besar yang mempunyai kemajemukan dan keanekaragaman suku, bahasa, dan agama.

“Pancasila adalah nafas dalam setiap tarikan kehidupan rakyat Indonesia. Harapannya, nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Triawan.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY