Ilustrasi: Konfrontasi.com

Bagaimana orang Sunda memaknai hidupnya? Jawaban dari pertanyaan itu dapat kita lihat dari tokoh fiktif yang sangat populer dan selalu membuat kita tertawa, yaitu Si Kabayan. Sosok si Kabayan sebagai tokoh yang bodoh dan malas itulah yang membuat kita tertawa melihatnya. Akan tetapi, sifat bodoh dan pemalas si Kabayan tersebut bukanlah cerminan sifat dari orang Sunda, hanya keluguannya itulah yang menggambarkan filosofi dan world view orang Sunda yang sangat spiritual. Sayangnya, tak banyak orang yang menangkap sisi ini Melalui bahasa sehari-hari yang sering diucapkan Kabayan, terdapat beberapa filosofi hidup yang dapat menginspirasi para penikmat cerita rakyat si Kabayan ini. Berikut adalah beberapa kalimat berbahasa sunda yang sarat makna dari si Kabayan.

  1. Geus teu nanaon ku nanaon

Artinya tidak terpengaruh oleh apa-apa. Sehari-hari si Kabayan hidup dengan gembira, tak pernah dikhawatirkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi dan hiruk pikuk kehidupan. Kemalangan tak membuatnya bersedih, dan kegembiraan tak membuatnya euforia.

  1. Heuheuy deudeuh!

Biasanya dilontarkan si Kabayan ketika menyaksikan atau mengalami kebahagiaan atau kesenangan. Maka ada ungkapan dalam bahasa Sunda “Hidup mah heuheuy jeung deudeuh! Mun keur seuri cape seuri mun keur ceurik cape ceurik” artinya hidup itu selalu kesenangan dan kesedihan. Jika sedang menangis akan lelah menangis, ketika tertawa akan lelah tertawa. Semua saling berganti, jadi enjoy aja lah! Heureuy atau guyon menjadi menu utama orang Sunda, seperti yang terlihat dalam sosok Kabayan. Dari guru, penghulu, hingga kiai sering menyampaikan pesan-pesannya lewat guyonan. Bahkan agak sedikit cawokah, alias menyerempet hal-hal dewasa yang dalam bahasa Sunda disebut “jorang”. Hal utama dalam sikap hidup si Kabayan dan filosofi hidup orang Sunda adalah memberikan keceriaan dan kebahagiaan kepada orang lain.

  1. Teu daya teu upaya

Lengkapnya “abdi mah teu daya teu upaya, mung ngieingan kersaning Anjeun”. Ungkapan ini artinya hampir sama dengan “laa haula walaa quwwata illa billah”, yaitu tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah. Orang Sunda melihat kehidupan seperti wayang atau bayang-bayang, yang hidup karena dimainkan oleh dalang. Wayang sama sekali tak memiliki daya dan upaya. Melalui pemahaman akan filosofi-filosofi bahasa Sunda di atas mungkin kita bisa melihat cara hidup orang Sunda yang inspiratif dari cerita Si Kabayan. Produktivitas, kerja keras, hal-hal duniawi yang menjadi fokus hidup kita sekarang memang akan menyulitkan kita mengapresiasi sosok si Kabayan. Kita cenderung melihat sosok si Kabayan yang malas, bodoh, dll. Padahal semua sikap si Kabayan bisa jadi anti tesis terhadap kehidupan modern yang terlalu cepat sehingga melewatkan kegembiraan-kegembiraan kecil sehari-hari, yang masih bisa dinikmati oleh si Kabayan Sumber: Wattpad.com Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Claudia Rafa Editor   : Kintan Lestari Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspiratorfreak Web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY