Fantastic Beasts and Where to Find Them: Berburu Binatang Magis Bersama Newt Scamander di Tengah Ancaman Kegelapan Kota New York

Apabila kamu dihadapkan dalam situasi mencegah binatang-binatang magis yang secara tidak sengaja kamu lepaskan merusak sebuah kota, sementara nurani kamu juga tertuju pada datangnya ancaman kegelapan yang berusaha meneror kota tersebut, mana yang akan kamu prioritaskan?

Situasi tersebut tentunya menuntut pertanggungjawaban yang luar biasa dan mengandung resiko tinggi. Dalam keseharian, kamu pasti pernah menghadapi dua pilihan yang membuat kamu berada dalam dilema penuh resiko. Namun bagaimanapun juga pilihan adalah pilihan, kamu harus memilih salah satunya. Namun rasanya premis ini tidak berlaku pada Newt Scamander sebagai tokoh sentral dalam film spin-off Harry Potter, Fantastic Beasts and Where to Find Them.

IMDB Score: 8,2/10

Eddie Redmayne sebagai Newt Scamander | Sumber: Screen Rant
Eddie Redmayne sebagai Newt Scamander | Sumber: Screen Rant

Movie General

Film Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) bercerita tentang petualangan Newt Scamander (Eddie Redmayne) di New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1926, Newt Scamander tiba di Kongres Sihir di Amerika Serikat untuk bertemu dengan seorang pejabat penting. Dalam perjalanannya itu, dia turut membawa tas ajaib miliknya, yang berisikan sejumlah makhluk berbahaya.

Suatu ketika, para makhluk itu melarikan diri dari tas Scamander. Salah satu mantan Auror (Sejenis dengan pasukan elit dalam militer) Porpentina Goldstein membawa Newt ke otoritas sihir Amerika (Magical Congress of the United States of America) untuk dikenakan sanksi. Peristiwa itu memicu ketegangan di antara masyarakat magis dan non-magis yang pada akhirnya memicu dampak buruk pada dunia sihir dan dunia Muggle (yang tidak mempunyai kemampuan sihir).

Kedua dunia itu kini dalam bahaya lantaran kehadiran dari New Salem Philanthropic Society, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk pemberantasan penyihir. Scamander berjuang untuk memperbaiki kesalahan, dan kengerian yang diakibatkan oleh kekerasan, ketakutan, dan ketegangan antara masyarakat magis dan non-magis.

Moral Values

  1. Perbedaan Harus Dihormati dan Tidak Dipertentangkan
    Nilai ini menjadi salah satu tonggak utama yang dibawa sang penulis skenario film ini, J.K. Rowling. Jika kamu membaca buku-buku Harry Potter sejak awal hingga kini, Rowling mengungkapkan bahwa perbedaan antar kalangan masyarakat masih saja tidak dihormati, kalangan yang mayoritas menindas minoritas bahkan bisa sebaliknya. Hal ini bisa dibuktikan ketika munculnya kebijakan yang tidak memperbolehkan kaum penyihir untuk berbaur dengan masyarakat biasa. Aturan ini kerap kali diikuti oleh sekelompok penyihir berdarah murni yang terkadang memandang rendah masyarakat biasa. Lewat para karakter protagonis yang ada, Rowling mengajarkan bahwa perbedaan harus dihargai, dihormati dan merupakan sebuah anugerah ketimbang halangan untuk menciptakan persatuan.
  2. Menjaga Keseimbangan Lingkungan Hidup Agar Tidak Terjadi Bencana
    Newt Scamander dikenal sebagai ahli makhluk hidup magis (magizoology) yang telah berpetualang ke berbagai benua untuk mempelajari dan memahami berbagai binatang magis. Baginya binatang magis tidaklah mengancam selama kita bisa mengerti memperlakukan mereka dengan layak. Dari Newt kamu bisa belajar bahwa keseimbangan lingkungan alam menjadi hal yang penting dengan memperlakukan makhluk hidup lain baik binatang atau tumbuhan serta ekosistem secara layak dan bertanggung jawab.
  3. Berani Ambil Resiko dalam Pengambilan Keputusan
    Newt Scamander memang dihadapkan dalam situasi dilema dan penuh dengan resiko tinggi. Akibat ulahnya yang secara tidak sengaja melepas makhluk-makhluk magis ke lingkungan kota dan menimbulkan kekacauan dan kerusakan menuntutnya untuk bertanggung jawab, namun di sisi lain situasi menekan Newt dengan hadirnya kegelapan yang mengancam masyarakat biasa dan masyarakat sihir Kota New York. Newt berani mengambil kedua pilihan tersebut secara bersamaan sehingga resikonya juga semakin tinggi. Newt mengajarkan untuk tidak takut terhadap pilihan dengan resiko tinggi, selama kita yakin bisa bertanggung jawab dalam menghadapinya.

Contributor Comment

Sumber: Collider
Sumber: Collider

Film ini layak disebut sebagai pengobat rasa rindu bagi para fans Harry Potter setelah ditinggal lama oleh karya J.K. Rowling terakhir, Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2 yang ditayangkan sekitar 5 tahun lalu. Fantastic Beasts and Where to Find Them memiliki kualitas yang bagus dari berbagai sisi mulai dari segi cerita, jajaran pemain hingga permainan visual efek.

Film spin-off dari sebuah franchise seringkali mengandung resiko yang tinggi untuk gagal di pasaran. Namun hal ini tidak terjadi berkat tangan dingin sang penulis, J.K. Rowling yang mengambil alih sendiri penulisan skenario film ini ditambah dengan kemampuan apik dari David Yates (Sutradara film Harry Potter 5-7) yang kembali menjadi sutradara. J.K. Rowling begitu rapi dan detail dalam membangun imajinasinya mengenai komunitas sihir di Amerika dalam film ini dengan berkaca pada keadaan masyarakat nyata seperti komunitas sihir di Amerika yang mempunyai sekolah, koran, pemerintahan, peraturan layaknya komunitas sihir di Inggris serta penggambaran hubungan interaksi dan konflik yang rumit antara komunitas penyihir dengan masyarakat biasa.

Jika kamu penggemar berat J.K. Rowling kamu akan berdecak kagum karena dalam film ini begitu terlihat sekali penuturan khas Rowling yang menyajikan kejutan utama bahwa penjahat utama yang mengancam ternyata sudah ada dan berbaur dengan lingkungan sekitar untuk menunggu momentum tertentu meneror masyarakat. Ancaman teror sudah terasa ketika kamu menonton film ini hingga akhir nanti. Kemunculan Gellert Grindelwald yang sempat diduga hanya sekedar menjadi pemanis ternyata termentahkan oleh Rowling, karena Grindelwald menebarkan berbagai teror di berbagai wilayah, ditambah dengan sosok aktor yang memerankan karakter tersebut membuat yang menonton kaget (Penulis gak mau ungkapin siapa aktornya, hehehe). Namun dari cerita Rowling di film ini, begitu banyak teka-teki yang masih disimpan oleh ia sendiri dan akan diungkapkan nanti pada film-film berikutnya mengingat Fantastic Beast and Where to Find Them akan dijadikan 5 film.

Sumber: thewrap.com
Sumber: thewrap.com

Rowling pun mampu menyuguhkan karakter-karakter baru yang memiliki chemistry kuat dan tidak kalah dengan trio karakter Harry, Ron dan Hermione. Eddie Redmayne, Katherine Waterston, Dan Fogler serta Alison Sudol sebagai quartet Newt Scamander, Porpentina dan Queenie Goldstein, Jacob Kowalski mampu menampilkan kekompakan dan ikatan emosi yang kuat dengan kualitas akting mereka. Jajaran antagonis Percival Graves (Colin Farrell) yang fanatik, taktis serta ambisius dan Mary Lou (Samantha Morton) seorang pemimpin organisasi ekstrimis no-maj (istilah Muggle di kalangan komunitas sihir Amerika) beserta anak asuhnya, Credence seorang remaja kikuk, penakut namun memiliki potensi kejahatan yang luar biasa (Ezra Miller) memperkuat kelamnya teror sihir bagi komunitas sihir sendiri dan masyarakat biasa.

Dari segi aspek visual efek, sajian digital yang dilakukan oleh kru dalam film ini begitu menghadirkan nuansa New York City sebelum masa perang yang luar biasa dan detail. Begitupun pula dengan makhluk-makhluk magis sebagai makhluk-makhluk sentral yang dihadirkan dalam film ini mampu mengundang berbagai rasa takut, lucu, gregetan, sebel, dan kagum bagi penontonnya.

Quotes

Percival Graves: You’re an interesting man, Mr. Scamander. Just like your suitcase, I think there’s more to you than meets the eye. Kicked out of Hogwarts for endangering human life with a beast, yet one of your teachers argued strongly against your expulsion. I wonder… what makes Albus Dumbledore so fond of you, Mr. Scamander?

Porpentina Goldstein: You’ve known for twenty-four hours that an unregistered wizard set magical beasts loose in New York.

Jacob Kowalski: I don’t think I’m dreaming.
Newt Scamander: What gave it away?
Jacob Kowalski: I ain’t got the brains to make this up.

Inspirator Freak

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor   : Dylan Aprialdo Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here