Fakta Di Balik Soren Peder Lauritz Sorensen, Tokoh Google Doodle Hari Ini

Inspirator sudah melihat Google Doodle hari ini?

Google Doodle hari ini menampilkan ahli kimia asal Denmark, Soren Peder Lauritz Sorensen–tokoh yang memperkenalkan skala pH. Ilmuwan Denmark ini memperkenalkan skala pH sebagai metode untuk menguji keasaman suatu zat. Sampai saat ini, hasil penelitiannya masih memiliki berbagai kegunaan di dunia nyata.

Siapa sangka, putra petani yang lahir di Havrebjerg pada 9 Januari 1868 ini awalnya ingin berkarier di bidang kedokteran. Takdir berkata lain, di tengah perjalanan dia beralih karier ke bidang kimia.

Seperti apa ya, kisah tokoh yang menjadi Google Doodle ini? Dilansir dari situs Independent, ini lima fakta di balik Sorensen. Mari simak bersama.

Hampir tidak belajar kimia

Di usia 18 tahun, Sorensen melanjutkan studi di Universitas Kopenhagen. Dia tidak mengambil jurusan kimia, karena memiliki ambisi di bidang kedokteran. Saat itu, Sorensen adalah salah satu murid ahli kimia yang sangat terkenal pada masa itu–SM Jorgensen–yang pada akhirnya membuat Sorensen mengubah ambisinya menjadi menekuni ilmu kimia.

Pernah bekerja sebagai konsultan

Dalam perjalanannya meraih gelar doktor, Sorensen berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan mencari uang tambahan. Saat itu, dia bekerja sebagai asisten bidang kimia di Laboratorium Institut Politeknik Denmark dan juga menjadi asisten survei geologi. Dalam perjalanan kariernya, dia juga sempat mendapatkan pekerjaan sebagai konsultan di galangan kapal angkatan laut kerajaan.

Photo: Independent.

Berawal dari laboratorium bir

Sorensen menjabat sebagai Direktur Departemen Kimia di Laboratorium Calsberg di Kopenhagen dari 1901 sampai 1938. Laboratorium yang dikhususkan untuk memperluas pengetahuan biokimia–terutama di bidang pembuatan bir–justru menjadi tempat bersejarah bagi Sorensen karena di tempat itu dia membuat penemuan terkait pH.

Skala pH

Prestasi paling menonjol Sorensen adalah pengenalan skala pH yang berguna untuk menggambarkan kadar keasaman (kealkalian) suatu zat atau larutan. Ilmuwan muda ini mengembangkan skala pH pada 1909 dan penemuannya menjadi sangat penting di berbagai bidang, seperti pada pengolahan air, obat-obatan, dan kimia.

Dibantu istrinya

Sepanjang perjalanan studi dan kariernya, Sorensen mendapatkan banyak bantuan dari istri keduanya–Margrethe Hoyrup Sorensen. Keduanya bekerja di Laboratorium Carlsberg dan mempelajari lipoprotein sekaligus meneliti karbon monoksida serta hemoglobin. Pada 1917, pasangan itu menjadi orang pertama yang berhasil mengkristalkan putih telur selama percobaan di laboratorium.

Itulah lima fakta di balik tokoh Google Doodle hari ini. Siapa sangka, awalnya Sorensen tidak memiliki pikiran untuk berkarier di bidang kimia, lho. Seiring perjalanan waktu, ambisinya berubah, tapi dia tetap mampu berprestasi di bidang tersebut.

Nah, kalau hari ini kamu mengeklik Google Doodle Sorensen, akan ada permainan tebak-tebakan terkait pH, lho. Yuk, coba tes kemampuanmu terkait pH dengan mengeklik Google Doodle Sorensen.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here