Aplikasi efishery
Ilustrasi : http://www.bekasiurbancity.com/

Dalam beberapa dekade terakhir, manusia hidup di dalam era yang penuh dengan inovasi. Teknologi merupakan salah satu bidang dengan tingkat inovasi yang tinggi dan laju perkembangan yang cepat. Komputer berinovasi menjadi laptop, telepon seluler (cellphone) menjadi telepon pintar (smartphone), disket menjadi flashdisk, dan masih banyak inovasi lainnya.

Inovasi, khususnya di bidang teknologi, membuat hidup manusia mejadi lebih mudah serta efisien, terutama untuk mengakses informasi. Langkah awal menjadi seorang inovator yaitu dengan menyadari adanya masalah yang tengah berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari manusia selalu berhadapan dengan masalah.

Namun, tidak banyak orang mau menyadari masalah tersebut. Ada banyak faktor yang membuat manusia cenderung memilih untuk menjalani hidup yang berorientasi pada diri sendiri. Sebagian besar dari kita hanya hidup dalam rutinitas, bekerja hanya demi menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup, enggan untuk keluar dari zona nyaman, serta takut untuk bereksperimen dalam hal yang lebih besar dan kompleks. Ketika kita telah menyadari adanya masalah, ide untuk menyelesaikan masalah tersebut akan muncul. Memang tidak mudah untuk menciptakan sebuah inovasi.

Kunci utama menciptakan inovasi adalah keyakinan pada diri sendiri. Yakin bahwa apa yang kita kerjakan akan membantu penyelesaian masalah dan memberikan pengaruh yang positif. Masalah kemacetan di Jakarta menjadi titik awal Nadiem Makarim untuk mendirikan Go-Jek, sulitnya menemukan guru yang sesuai dengan keinginan kita memicu Iman Usman dan Adamas Belva Syah Devara untuk mendirikan Ruangguru, sulitnya menemukan media online yang menyediakan informasi positif dan inspiratif bagi anak muda Indonesia membuat Jonathan C. Susanto mendirikan Inspirator Freak.

Melalui artikel ini, Inspirator Freak mengajak Inspirator semua untuk mengenal beberapa anak muda Indonesia yang menciptakan sebuah inovasi. Berawal dari kesadaran mereka akan pentingnya peran petani di Indonesia, Muhammad Ihsan Akhirulsyah, Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy dan Chrisna Aditya mendirikan eFishery.   Image result for efishery ​Ilustrasi: digitalnewsasia.com

Tiga orang pemuda ini menyadari bahwa potensi laut Indonesia belum sepenuhnya terjamah dan dikelola secara maksimal. Kendala terbesar para petani adalah biaya untuk budi daya ikan. Biaya pakan yang harus dikeluarkan para petani bisa memakan 70% keseluruhan biaya pengembangan usaha. Oleh karena itu, pada tahun 2012 eFishery diciptakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi petani Indonesia.

eFishery adalah startup teknologi yang bertujuan untuk memudahkan para petani dalam memberi pakan. Teknologi ini dapat memberi pakan segala jenis ikan dan udang secara otomatis. Alat ini juga membantu para petani agar dapat memberi pakan secara terjadwal dan dengan dosis yang tepat.

Para petani dapat mengakses data pemberian pakan kapan pun dan di mana pun. Saat ini, eFishery masih berfokus pada para petani Indonesia. Ihsan (CFO eFishery) memaparkan bahwa produk mereka juga diminati oleh negara-negara lain, seperti Brazil, negara-negara di ASEAN, dan Afrika. Meskipun baru berdiri, eFishery telah memenangkan banyak kompetisi entrepreneurship. 

Usaha yang dirintis oleh alumni ITB dan UNPAD ini selalu mendapatkan juara 1  di setiap lomba yang mereka ikuti, di antaranya Mandiri Young Technopreneur, INAICTA, Get In The Ring dan Seed Star Indonesia. Di tahun 2015, eFishery mendapat suntikan dana dari Aqua-spark, perusahaan dana investasi asal Belanda dan juga Ideosource, modal ventura asal Indonesia. Image result for efishery ​Ilustrasi : https://indonesiaproud.wordpress.com

Inovasi di Indonesia banyak muncul dari startup. Saat menjadi pembicara di salah satu acara entrepreneurship yang baru-baru ini diselenggarakan di Jakarta, Ihsan menyampaikan bahwa saat ini euforia startup tengah berkembang. Di Indonesia semakin banyak anak muda Indonesia yang merintis startup untuk menyelesaikan masalah di negara ini.

Menurut Ihsan, satu hal yang harus ditanamkan oleh pemuda Indonesia ketika ingin berkontribusi untuk menciptakan inovasi, yaitu jangan pernah berpikir bahwa uang adalah tujuan utama. Jangan mendirikan startup apabila tujuan kita adalah untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Ketika memiliki banyak uang, manusia akan mecapai titik bosan dan merasa bahwa uang yang mereka miliki tidak berarti.

Hidup lebih bermakna ketika kita dapat menciptakan sesuatu yang bernilai untuk diri kita sendiri dan orang lain. Ihsan juga menekankan bahwa inovasi bisa datang kapan pun dan di mana pun. Ide eFishery ini muncul saat Ihsan bertemu dengan rekannya di salah satu restoran siap saji di Bandung. Masih banyak masalah-masalah lain di Indonesia yang belum terpecahkan. Kita tidak pernah tahu kapan masalah itu akan selsesai dan siapa yang akan menyelesaikannya. Bisa jadi kita adalah orang yang terlahir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

I said “Somebody should do something about that, then I realized I am somebody” – Lily Tomlin

Keep Breathing Keep Inspiring!

Penulis : Lulu Fakhriyah Editor   : Kintan Lestari

Inspirator Freak

Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY