Earth Hour Tangerang

Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Earth Hour diadakan pertama kali di Sydney Autralia pada tahun 2007 tanggal 31 Maret pukul 19:30-20:30 waktu setempat, dan pada tahun 2008 diadakan secara global pada tanggal 28 Maret pkl 20:00 waktu setempat, Earth Hour 2008 berhasil diselenggarakan di semua benua di dunia dengan 35 negara yang berpartisipasi melalui kota utamanya dan dukungan dari 400 kota lainnya. Salah satunya Indonesia yang berpartisipasi dalam mengadakan Earth Hour. Di Indonesia sendiri terdapat gerakan Earth Hour pada setiap kota atau provinsi. Gerakan Earth Hour sudah ada di lebih dari 30 kota di Indonesia, salah satunya berada di Tangerang. Earth Hour Tangerang atau EH Tangerang merupakan sebuah gerakan individu dan komunitas di wilayah Tangerang yang bertujuan khusus untuk menyadarkan masyarakat Tangerang untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim. EH Tangerang di bentuk tahun 2012 di bawah pengawasan EH indonesia. EH Tangerang mencangkup Tangerang Raya yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Pada tahun ini Earth Hour mengadakan switch off pada pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat. Sedangkan Earth Hour Tangerang akan mengadakan switch off bersama masyarakat di Pasar Lama Kota Tangerang pada pukul 20:30 – 21:30 WIB. Mematikan lampu hanya sebagai trigger. Esensinya adalah perubahan gaya hidup yang ramah lingkungan dimana salah satunya adalah penghematan energi. Sesuai dengan logo Earth Hour “60+” menunjukkan 60 menit kampanye Earth Hour Global dengan fokus dampak yang dialami oleh bumi dan tindakan positif dalam menanggulangi masalah tersebut. Sementara tanda “+” menunjukkan bahwa kegiatan Earth Hour global tidak hanya berhenti hanya dengan 60 menit mematikan lampu, namun juga ditambah dengan adanya gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Keep Breathing, Keep Inspiring! Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY