Berekspresi Lewat Tarian Bersama Penyandang Down Syndrome di Gigi Art of Dance

down syndrome

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengekspresikan diri, salah satunya lewat tarian. Tak butuh fisik yang bagus, skill ataupun talenta khusus untuk menari, semua orang bisa melakukannya. Walaupun untuk menjadi penari profesional dibutuhkan usaha yang lebih keras. Dan pada akhirnya, kemampuan untuk menari itu bisa dimiliki pada siapapun yang mempunyai keinginan belajar yang tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Gigi Art of Dance. Sanggar tari yang telah dibuka sejak tahun 2009 oleh penari profesional, Gianti ‘Gigi’ Giadi, ini menawarkan kelas tari hip-hop, tradisional, maupun kontemporer. Sanggar ini terbuka bagi murid-muridnya dari berbagai latar belakang dengan rentang usia dua hingga 45 tahun. Satu hal unik yang menarik dari sanggar tari ini dan berbeda dari sanggar tari lainnya yaitu Gigi Art of Dance menerima murid dengan Down Syndrome.

Dikutip dari Indonesiaexpat.biz, salah satu pelatih kelas Down Syndrome, Karina Syahna, mengatakan bahwa pengalaman mengajar di kelas ini menyenangkan sekaligus menantang. “Untuk melatih mereka (penderita down syndrome), kita harus bekerja lebih ekstra di segala hal: ekstra sabar, ekstra hype. Juga dibutuhkan usaha yang lebih besar untuk menjelaskan serta mendekati mereka, dan kita harus berpikir lebih ekstra tentang koreografi karena mereka tidak seperti penari pada umumnya,” ujar Syahna.

Menari tidak hanya tentang hiburan. Namun lebih dari itu. Tarian juga memiliki nilai edukasi. Orang-orang yang pendiam dan pemalu dapat didorong untuk dapat lebih bersosialisasi dengan menari dan menjadi bagian dari suatu kelompok.

“Tari itu terbukti bisa membantu mereka sebagai dance therapy. Jadi, aku juga ingin anak-anak yang mempunyai down syndrome di Indonesia bisa mendapatkan pengalaman yang sama,” ungkap Gigi.

Ia juga mengatakan ini sebagai salah satu sarana untuk membawakan equality campaign, karena masih banyak orang yang menganggap mereka berbeda. Padahal, sebenarnya mereka juga bisa seperti orang normal lain pada umumnya.

Ia juga berharap murid-murid down syndrome ini tidak berhenti menari karena memang ini adalah salah satu platform yang baik bagi mereka berekspresi. Harapannya, ia dan teman-teman Gigi Art of Dance bisa membawa mereka untuk tampil di lebih banyak tempat.

Mereka, penari dengan down syndrome di Gigi Art of Dance merupakan contoh bagaimana setiap orang dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, dapat bebas mengekspresikan diri mereka. Entah melalui tarian atau bentuk ekspresi lainnya, Inspirator harus ingat bahwa siapapun, termasuk mereka penyandang disabilitas, dapat menemukan jalan untuk menyalurkan kreativitasnya. (II)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here