Ditolak Fakultas Pertanian IPB dan UGM, Mella Sarah Elmania Jadi Primadona di Fakultas Perikanan IPB

Photo: instagram @thp52ipb

Ditolak oleh universitas yang kamu impikan pasti sakit banget. Mungkin kamu berpikir kalau masa depanmu sudah hancur, rusak, dan sebagainya. Eits, tapi jangan langsung putus asa dulu ya, karena bukan hanya kamu saja yang mengalami hal itu. InspiratorFreak baru saja berkenalan dengan salah satu anak muda yang punya kisah menarik tentang universitas impiannya.

Nah, High Quality Jomlo minggu ini adalah Mella Sarah Elmania. Penulis sekaligus aktivis lingkungan yang punya passion besar terhadap Biologi. Mella juga akan menceritakan pengalamannya berjuang masuk PTN demi mengejar jurusan yang ia inginkan. Mari, simak percakapan seru InspiratorFreak bersama Mella berikut ini, Inspirator.

Halo, Mella. Apa kabar? Bisa ceritakan tentang dirimu?

Halo, alhamdulillah baik. Perkenalkan, saya Mella Sarah Elmania, putri daerah Bengkulu yang siap mengabdi untuk hasil perairan yang inovatif dan aplikatif. Saat ini sedang menempuh semester 6 di Institut Pertanian Bogor dan sedang disibukkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, dan skripsi.

Wah, sibuk sekali, ya. Semoga kegiatanmu berjalan lancar. Oh iya, awal bulan ini, ada Inspirator yang baru saja mendapatkan kabar terkait hasil SBMPTN-nya. Ada yang lolos, ada juga yang belum. Bisa kamu ceritakan pengalamanmu saat mengikuti ujian masuk PTN?

Saya termasuk salah satu orang yang belum Allah percayakan masuk PTN 2014. Mungkin waktu itu, saya terlalu egois karena hanya ingin masuk jurusan Agronomi dan Hortikultura IPB. Tidak pernah terbesit keinginan untuk masuk jurusan lain. Jadi, saya rela merantau dari Bengkulu ke Bogor hanya untuk mengikuti les bimbingan masuk IPB. Alhamdulillah, hasil try out di tempat les selalu teratas. Namun, saat itu, Allah kasih ujian ke saya dengan sakit tifus di H-2 SBMPTN 2014 dan kondisinya saya sedang jauh dari keluarga. Tahun itu saya belum berhasil lolos SBMPTN dan memutuskan untuk menunda kuliah.

Lalu, saat memilih menunda kuliah/gap year, usaha apa yang kamu lakukan untuk mendapatkan kursi di PTN pilihanmu?

Setelah dinyatakan tidak lolos ujian SBMPTN dan Mandiri di IPB, saya coba menerima kondisi tersebut. Sedih sudah pasti, tapi saya tetap konsisten pada keinginan awal–hanya ingin jurusan Agronomi dan Hortikultura IPB. Namun, saat saya memutuskan gap year, saya menyadari kalau saya harus punya alternatif lain atau rencana B. Jadi, saya coba cari jurusan dan universitas lain yang menawarkan bidang ilmu serupa.

Untuk usaha yang saya lakukan selama gap year, saya melakukan evaluasi cara belajar. Kalau dulu saya selalu menghindari pelajaran yang saya benci–Matematika dan Fisika–akhirnya saya ubah. Saya memberi waktu lebih lama untuk belajar pelajaran yang saya tidak suka. Saya belajar melalui video online untuk memperkuat teori dasar, latihan soal, dan identifikasi jenis-jenis soal ujian supaya mudah menjawab soal. Selain itu, saya juga mencari peluang beasiswa di universitas lain sebagai cadangan.

Lalu, kendala apa saja yang kamu alami saat itu?

Kendala utamanya ada di kesehatan. Tapi, karena saya sangat ambisius, saya belum mau menyerah sebelum dapat apa yang saya inginkan. Waktu itu, saya juga sempat ambil kerjaan menulis dari Penerbit Mizan. Jadi, bisa dibayangkan, beban pikiran saya saat itu? Saya harus pintar-pintar mengatur waktu. Nah, meskipun sibuk dan banyak pikiran, yang penting jangan lupa untuk beribadah.

Memangnya, siapa orang-orang yang mampu membuatmu bersemangat mengejar impian?

Bunda dan almarhum nenek. Semangat dan doa dari bunda yang selalu menguatkan langkah saya. Tidak lupa, saya juga ingin membuat almarhum nenek bangga dengan saya.

Photo: instagram @melsah126

Bagaimana cara kamu mengatasi rasa cemas saat ujian masuk PTN?

Rasa cemas dan khawatir itu hal yang wajar. Kuncinya hanya satu, persiapkan segalanya dengan baik. Kalau kamu merasa persiapanmu kurang, kamu pasti jadi mudah cemas.

Seandainya, kamu telah berusaha dan berdoa dengan maksimal supaya lolos ujian, tapi takdir berkata lain dan kamu gagal lagi. Apa yang akan kamu lakukan?

Di sinilah pentingnya punya rencana B. Ya, saya akan mencoba berbagai peluang di Ujian Mandiri PTN atau sekolah tinggi. Tentunya dengan mempertimbangkan minat, pesaing, dan kemampuan. Tidak boleh egois kalau ternyata kemampuannya tidak sebanding dengan keinginan. Oh iya, saya juga punya cerita perjuangan masuk PTN dulu. Saat pengumuman SBMPTN 2015, saya langsung mengecek hasil ujian di laman resmi IPB. Saya terpuruk lagi karena tidak lolos untuk kedua kalinya melalui SBMPTN. Setelah hampir putus asa, saya mendapat kabar kalau saya lolos di Ujian Mandiri UGM 2015 jurusan Biologi. Masih dalam suasana belum bisa move on dari IPB, ternyata saya mendapat telepon dari pihak IPB yang menanyakan kenapa saya belum daftar ulang? Ternyata, saya sebenarnya lolos SBMPTN 2015 di IPB. Salahnya, saya tidak mengecek hasil SBMPTN di laman resminya. Kalau ingat kejadian tersebut, rasanya terharu dan nggak nyangka gitu.

Setelah berbagai rintangan terlewati, selamat, ya! Perjuangamu akhirnya berbuah manis. Apa pesan yang ingin kamu sampaikan pada Inspirator yang saat ini sedang berjuang untuk masuk PTN?

Kejar terus impianmu sampai Allah yang memisahkanmu dari impianmu. Dulu, saya kekeuh ingin masuk jurusan pertanian di IPB dan UGM. Ternyata, saya nggak lolos di jurusan tersebut. Saya malah lolos lewat SBMPTN di Teknologi Hasil Perairan IPB dan lolos Ujian Mandiri UGM jurusan Biologi. Saya memang tidak masuk jurusan pertanian seperti yang saya impikan, tapi Allah memberi saya jalan lain untuk masuk ke bidang perairan, namun masih dengan fokus ilmu yang sama. Alhamdulillah, saya tetap bisa berprestasi di tempat ini dan berjanji akan memajukan Bengkulu dalam bidang perairan.

Wah, masuk ke jurusan perairan berarti lebih suka liburan ke pantai dong, Mel?

Karena saya suka hal yang berbau petualangan dan kerelawanan, mau berlibur ke gunung, hutan, atau pantai, saya suka semuanya.

Nah, pergi berlibur pastinya lebih asik kalau bareng teman. Ngomong-ngomong, kamu punya teman spesial nggak, nih?

Wah, kebetulan saya jomlo. Hehehe…

Pandanganmu tentang jomlo itu bagaimana, sih?

Menurutku, jomlo itu merupakan usaha untuk memantaskan diri dan meningkatkan kapasitas diri sebelum bertemu dengan orang yang cocok.

Apa alasanmu memilih untuk tetap menjomlo?

Karena memang belum ada yang mau ngajak untuk serius.

Mella mengajak kamu untuk tekun mengejar mimpi dan selalu siapkan rencana alternatif. Jika gagal, tidak perlu sedih berlarut-larut, karena Yang Maha Kuasa selalu siapkan yang terbaik bagi hambanya yang terus berusaha.

Inspirator juga ingin mengikuti semangat anak muda satu ini? Yuk, kenal lebih dekat dengan Mella melalui akun Instagram @melsah126.

Baca juga kisah Wirawan Perdana yang “bocorkan” rahasia jadi Duta Bahasa Banten 2018 di sini, ya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here