Bagaimana meningkatkan kolaborasi pengguna media sosial untuk kepentingan nasional?. Pertanyaan ini menjadi tema diskusi seru di Kantor Gerakan Pemuda Ansor, Kramat Raya 65 A, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diadakan KOMUNIKONTEN, Institut Media Sosial dan Diplomasi pada Jumat sore hingga menjelang malam (22/4/2016) Hadir sebagai narasumber: Hasanudin Ali (Pengurus Gerakan Pemuda Ansor), Andri Sofyansyah (Sutradara Film, Beauty and The Best), Chamad Hojin‎ (Jurnalis), Unggul Sudrajat (Peneliti Keris, Galeri Omah Nara), Annisa Junaidi (Inisiator Forum Komunikasi Komunitas-Komunitas di Sumatera Barat), Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten), dan di moderatori oleh Hafyz Marshal. Sutradara Film Andri Sofyansyah (25 th) memaparkan, film berperan penting dalam mempromosikan Indonesia. Ia mencontohkan film laskar pelangi yang mendongkrak pariwisata di Bangka Belitung. Termasuk filmnya yang juga menampilkan keindahan alam kebun teh di Bandung. Mengenai koloborasi, Andri mengatakan “kolaborasi saya dengan pengguna medsos terjadi secara langsung maupun tidak, yang tidak langsung misalnya, pembicaraaan di medsos menjadi sumber inspirasi saya dalam membuat film, yang langsung ya seperti dalam diskusi ini, saya sekarang tertarik membuat film tentang keris”, jelas Andri Sofyansyah yang menjadi Pemenang Piala Citra Kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik, Festival Film Indonesia 2013, judul filmnya Split of Mind. Andri yang merupakan alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menambahkan, membuat film bukanlah yang hal yang sulit, semua kita bisa melakukannya. “hari ini semua orang bisa membuat film, apalagi kualitas kamera hp makin bagus, yang perlu kita tekadkan adalah, film yang kita buat harus makin berkualitas dari hari ke hari”, tambahnya. Sementara itu Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten) menambahkan, di era digital semua orang bisa jadi sutradara, sekarang semua konten yang dibuat media dan sutradara juga mampu dibuat oleh pengguna medsos. “kita bisa lihat ribuan video super pendek di Instagram, banyak sekali yang menghibur, kebanyakan temanya seputar jomblo dan galau”, jelas Hariqo. Tantangan selanjutnya menurut Hariqo adalah, bagaimana memasukkan pesan-pesan kebangsaan dan pesan positif lainnya dalam video-video itu. “video yang digemari itu adalah video yang lucu, nah ini anak-anak Indonesia rata-rata selera humornya unik dan tinggi, tinggal sekarang kita dorong agar video-video yang lucu ini ada pesan-pesannya, anak-anak muda kreatif dan humoris ini juga bisa membantu membuat iklan-iklan unik untuk produk-produk lokal kita, atau membuat video klip di pulau terluar, agar orang kenal pulau itu” tambah Hariqo Wibawa yang juga alumnus jurusan Diplomasi Internasional dari Universitas Paramadina ini. Diskusi Publik - Bagaimana Meningkatkan Kolaborasi Pengguna Medsos Untuk Kepentingan Nasional - KOMUNIKONTEN - 22 APRIL 2016 (12) Sebagai tindak lanjut acara ini, KOMUNIKONTEN akan mengkampanyekan medsos untuk kepentingan nasional, saat acara Car Free Day di Jakarta, pada Minggu, 24 April 2016. “Kami punya tanggungjawab mendistribusikan gagasan-gagasan dari narasumber ke masyarakat luas”, kata Wahyu, ketua Panitia kegiatan ini. Keep Breathing, Keep Inspiring! Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspiratorfreak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @

LEAVE A REPLY