Dedikasikan Lagu Baru Untuk Sang Mama, Petra Sihombing Suguhkan Lirik Powerfull Dan Haru

“Saat aku sendiri

Hanya kau yang mengerti

Dunia tak pahami

Sedalam yang kau teliti

Kau melihat aku bagai nirmala

Tak pernah ada yang bisa

Tak pernah ada yang bisa

Kau hiraukan sisi gelap hidupku

Tak pernah ada yang bisa

Hanya kamu yang bisa meredamku”

Demikian lirik dari lagu terbaru Petra Sihombing. Simple namun penuh makna. Dalam keterangannya di laman Rollingstone.co.id, Petra mengungkapkan, lagu “Nirmala” berbicara tentang seorang figur yang Petra harap bisa membantunya dalam menjalani hidup. Namun ternyata dia merasa tidak perlu dibantu, tetapi cukup diredam oleh si figur ini.

“Akhirnya gue baru tahu dimengerti saja itu cukup dari apa yang gue minta selama ini. Gue hanya ingin mendedikasikan lagu itu buat nyokap. Rilisnya pas gue ulang tahun, jadi gue merasa harus kasih sesuatu buat nyokap,” ujarnya.

Gak cuma itu aja, dalam akun Instagramnya, Petra juga menginterpretasikan makna dari lagunya yang dalem banget dan bakal bikin Inspirator termotivasi untuk tidak menyerah. Berikut yang Petra tulis:

Keluarga berantakan.

Apa sih yang nggak berantakan?

Duit kurang.

Apa sih yang nggak kurang?

Nggak nyaman.

Apa sih nyaman itu?

Manusia akan selalu mencari lebih, karena itu manusiawi.

Kita nggak akan nyari kurang. Yekan.

Kelebihan.

Kelebihan.

Kelebihan.

Yang gue baru ngeh adalah ternyata gue cuma butuh ada yang ngerti. Buat gue itu cukup. Gue cukup Aries (kata orang-orang) dengan menjadi pribadi yang keras. Positifnya adalah segila apapun masalahnya, gue akan mencoba selesain itu sendiri.

Negatifnya.

Ya itu.

Sendiri. “Kau melihat aku bagai nirmala.

Tak pernah ada yang bisa.

Tak pernah ada yang bisa.”

Gue nulis lirik di reff ini disaat gue lagi merasa semua masalah yang harusnya bisa bukan gue yang handle, dilemparkan ke gue. Tiba-tiba gue banyak tanggung jawab yang menurut kacamata gue too much di umur 23 tahun. Gue merasa harusnya bukan gue yang ngurus ini semua. Cuma disaat taruhannya adalah orang-orang yang gue cintai, gue gak bisa diem. Alhasil gue kerja keras memecahkan tiap masalah-masalah itu.

Dan lagi-lagi.

Sendiri.

Gue capek.

Gue marah.

Tapi di malam gue nulis Nirmala, gue terbayang sosok yang bisa membuat gue 0.

Nol.

Kosong.

Penuh.

Otak gue membuat definisi sendiri akan konsep itu, dan hati gue menerimanya. Disitu gue merasa diredam. Bukan di ambil alih kendali sama orang lain. Tapi dibuat jadi itu tadi yang gue bilang.

0.

Nol.

Kosong.

Penuh.

Gue merasa gue belajar banyak banget selama 2 tahun terakhir dalam hidup gue, dan salah satunya adalah menyadari betapa banyak hal baik yang sudah gue terima. Hal itu bikin gue pengen lebih banyak memberi.

Akhirnya akan lebih indah kalo hal-hal yang gue alami, gue bagikan ke pendengar gue. Terdengar simpel, tapi yang gue rasain adalah selama ini di semua lagu yang gue rilis bisa dibilang banyak filternya.

Gue takut.

Takut orang gak ngerti.

Takut orang gak bisa terima cerita gue.

Takut orang gak bisa terima gue.

Tapi sekarang gue pikir yaudahlah.

Yang penting gue jujur.

Take it or leave it.

Foto: Instagram.com/petra_sihombing

Petra juga menuliskan bagaimana sosok sang mama. Bagi Petra, sang mama adalah orang yang terkuat setelah kejadian yang menghancurkan dia (perceraian), dia bisa pelan-pelan recover. Petra melihat prosesnya setiap hari dirumah.

“Broken home itu pilihan. Itu pilihan lo mau beresin masalah lo apa enggak. Dengan tulisan ini gue mau bilang terima kasih buat nyokap gue yang selalu nguatin kita anak-anak, dan kita selalu ada buat mama. Love you ma ❤.” Tulisnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here