ki-ka; Ade Wahyudi (Founder Katadata), Mona Monika (Head of Group Strategic Marketing & Commmunications DBS Indonesia), dan Gundy Cahyadi (Ekonom DBS Group Research)

Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan “komentator-komentator” dadakan yang menyuarakan pendapat mereka mengenai situasi kondisi bangsa ini. Kebanyakan sih mencibir dan mengkritisi keadaan saat ini, tapi banyak juga yang justru membela pemerintah. Sayangnya perdebatan ini hanya sekedar opini pribadi tanpa didukung adanya data-data dan analisis yang kuat dari si “komentator”. Nah daripada berdebat gak jelas, mending kalian ikutan nih DBS Young Economist Stand-Up 2015. Ini merupakan kali pertama PT Bank DBS Indonesia mengadakan kompetisi bagi para mahasiswa S1 untuk menyuarakan opini, pandangan dan solusi tentang perekonomian Indonesia maupun di Asia.  Menariknya, gak cuma sekedar memberikan opini, pihak DBS juga sudah membekali para peserta dengan data-data riset dari DBS Asia Insights. “Melalui kompetisi ini, diharapkan kami dapat mendengar pendapat, ide serta gagasan dari para generasi muda  tentang perekonomian Indonesia maupun Asia melalui kompetisi DBS Young Economist Stand-Up,” ujar ibu Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications DBS Indonesia. “Dikemas secara kreatif melalui format stand-up yangmenjadi minat banyak anak muda saat ini, kompetisi DBS Young Economist Stand-Up diharapkan menjadi arena bagi kaum muda dalam menyuarakan opini tentang perekonomian Indonesia dan Asia, skealigus bertukar pikiran antara mahasiswa dengan para ekonom senior untuk menghasilkan ide bagi kemajuan perekonomian Indonesia,” lanjut ibu Mona Monika.

ki-ka; Ade Wahyudi (Founder Katadata), Mona Monika (Head of Group Strategic Marketing & Commmunications DBS Indonesia), dan Gundy Cahyadi (Ekonom DBS Group Research)
ki-ka; Ade Wahyudi (Founder Katadata), Mona Monika (Head of Group Strategic Marketing & Commmunications DBS Indonesia), dan Gundy Cahyadi (Ekonom DBS Group Research) pada saat Media Briefing DBS Young Economist Stand-Up
Kompetisi ini dibagi menjadi 3 tahapan; Penyisihan, Semifinal dan Final. Pada tahap penyisihan, para peserta diharuskan membuat rekaman video pidato berkonsep stand-up dalam Bahasa Indonesia dengan durasi maksimal 3 menit setelah itu di upload ke youtube dengan kasih hashtag #DBSYES. Setelah di upload di Youtube, para peserta diharuskan mengirim email ke alamat [email protected] dengan menyertakan CV/short bio, scan kartu mahasiswa dan link video dari youtube. Per hari ini (27 Oktober 2015) pihak DBS Indonesia mengklaim sudah menerima lebih dari 200 video dari Aceh sampai Kupang. Gimana caranya biar jadi pemenang? Salah satu dewan juri, Gundi Cahyadi (Ekonom DBS Group Research) mengatakan penilaian akan ditentukan berdasarkan kreativitas, kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, kesesuaian materi penyampaian materi dengan tema yang dipilih, kemampuan membuat pidato dari materi hasil riset DBS dan sumber lain yang kredibel dan terakhir adalah engagement atau jumlah like dan share terhadap video para peserta. Kalau soal hadiah, ini sangat menarik banget! Tiga pemenang DBS Young Economist Stand-Up akan mendapat perjalanan ke Singapura dan akan ke kantor DBS Singapura dan akan dimentori langsung oleh Chief Economist DBS David Carbon. Gak cuma ke Singapura, 3 orang pemenang juga akan mengikuti program magang di DBS Indonesia. Gak cuma itu aja, juara 1 akan dapat uang jajan senilai Rp 50 juta, juara 2 dapet Rp 30 juta dan juara 3 nya dapat Rp 20 juta! Gak cuma itu, 3 orang pemenang itu akan tampil sebagai opening act di DBS Asian Insight Seminar 2015 bulan November nanti dan ada bocoran sedikit, pihak DBS Indonesia mengupayakan untuk mempertemukan para finalis dengan Presiden Jokowi! Woww kereenn abiss! So buat kalian yang ketinggalan info, masih ada beberapa hari lagi karena pendaftaran bakal segera ditutup tanggal 31 Oktober 2015 nanti. Semua info yang lebih jelas bisa kalian dapetin disini.   Keep Breathing, Keep Inspiring! @InspiratorFreak  

LEAVE A REPLY