Cookie Daun Kelor Karya Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Tim MORITO Cookie raih juara 3 dalam Student Fighting Hunger Food Product Development yang diadakan oleh International Union in Food Science and Technology (IUFoST) 2016. (Foto: Goodnewsfromindonesia.org)

Ada kabar membanggakan dari anak bangsa yang tengah melakukan studi master di Wageningen University and Research Center (WUR), Belanda. Cookie daun kelor buatan dua mahasiswa Indonesia ini berhasil meraih penghargaan internasional.

Dilansir dari laman goodnewsfromindonesia.org, dua mahasiswa yang tergabung dalam Tim MORITO Cookie. Stella Alinneshia dan Accesstia Christy sukses menyabet peringkat ketiga dalam kejuaraan dunia. Student Fighting Hunger Food Product Development yang diadakan oleh International Union in Food Science and Technology (IUFoST) 2016.

Kompetisi dan kongres IUFoST merupakan kegiatan dua tahunan yang menjadi kesempatan penting bagi kalangan bisnis internasional dan ilmuwan serta ahli pangan tingkat dunia untuk berdiskusi dan saling berkolaborasi dalam bidang ilmu dan tekonologi pangan dan inovasi bisnis pangan.

Tema utama dari kompetisi ini adalah pengembangan produk pangan untuk mengatasi masalah kelaparan di area tertentu. Oleh karena itu, dua awardee Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini mengembangkan cookies tinggi energi dan kaya protein, serta bebas gluten sebagai solusi masalah malnutrisi dan ditargetkan untuk konsumsi anak-anak Indonesia.

Cookie Daun Kelor Karya Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Sumber: Goodnewsfromindonesia.org

Cookie ini dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia luas di Indonesia seperti ubi jalar, kacang hijau, kacang merah, pisang dan daun kelor (Moringa oleifera). Tim ini disupervisi oleh Fitriyono Ayustaningwarno, kandidat PhD dari Food Quality and Design Chair Group, WUR. Aspek budaya dan ramah lingkungan menjadi nilai tambah kemenangan Tim MORITO Cookie saat presentasi produk. Tim MORITO Cookie menampilkan motif batik pada desain kemasan, serta kerajinan tangan rotan dan batok kelapa untuk memperindah presentasi produk sekaligus untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

SHARE
Previous articleKomitmen Astra Menciptakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta
Next articleGoogle Enggan Bayar Pajak, Indonesia Harus Bertindak Begini!

LEAVE A REPLY