(ki-ka) CEO Google Sundar Pichai, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama istrinya, Iriana

CEO Google Sundar Pichai menawarkan tiga paket bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan kemampuan para pengembang aplikasi mobile di Indonesia. Tawaran itu ditawarkan Sundar saat Jokowi melakukan kunjungan ke markas Google, Mountana View, California, Amerika Serikat. Google berencana menerjunkan bantuan khusus untuk 100.000 warga Indonesia hingga tahun 2020 ke depan. Google juga menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai rekan di seluruh Indonesia agar tujuan untuk mengembangkan kemampuan para pengembang aplikasi mobile di Indonesia tercapai. Berikut adalah detail keterangan resmi dari pihak Google sebagaimana dikutip dari Kompas.com (18/2): 1. Menggandeng perguruan tinggi untuk menjangkau mahasiswa ilmu komputer tahun terakhir. Kemudian menerapkan kurikulum pengembangan aplikasi Android berkualitas dengan durasi satu semester. 2. Menerjemahkan seluruh kursus Udacity terpenting ke bahasa Indonesia sehingga bisa menjangkau siapapun yang ingin membuat aplikasi. Pengajar dalam kursus online ini adalah instruktur ahli dari tim Developer Relations Google. 3. Memperpanjang sesi kelompok belajar Indonesia Android Academy. Kelompok belajar khusus pengembang aplikasi ini akan didirikan di Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta sehingga bisa menjangkau masyarakat luas. Kehadiran Jokowi ke beberapa perusahaan teknologi seperti Facebook, Twitter hingga Google merupakan upaya untuk mewujudkan potensi besar Indonesia dalam bidang ekonomi digital. Potensi ekonomi digital negeri ini bisa terlihat dari transaksi e-commerce. Pada tahun 2013, nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 107,9 triliun. Pada tahun 2014, angka tersebut meningkat menjadi 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 161,9 triliun. Prediksi di tahun 2016, Indonesia bisa mencapai transaksi e-commerce sebesar 24,6 miliar dollar AS atau setara Rp 331,9 triliun. Indonesia juga memiliki program untuk menciptakan 1.000 technopreneur dari kalangan anak muda Indonesia yang ditargetkan terwujud pada tahun 2020. Kerjasama ini diharapkan bisa membuat Indonesia mampu mewujudkan program-program tersebut. Keep Breathing Keep Inspiring Penulis: Dylan Aprialdo Rachman Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY