Botox, Ricin, Anthrax– Zat Paling Mematikan Di Dunia

Biji minyak jarak/ibtimes.co.uk

Artikel berikut ini mengandung informasi tentang zat paling mematikan yang dikenal manusia, baik jika terhirup maupun tertelan. Google mendefinisikan racun sebagai, “Zat yang, ketika dimasukkan ke atau diserap oleh makhluk hidup, menyebabkan kematian atau cedera”. Suatu zat disebut racun tergantung pada dosisnya. Minum air terlalu banyak pun bisa membunuh manusia–misalnya, meminum air beberapa galon berturut-turut. Maka, di artikel ini, zat-zat ini disebut “racun” jika diberikan dalam dosis yang menyebabkan bahaya atau kematian.

Apa saja substansi yang ditetapkan sebagai zat paling mematikan di dunia?

Racun botulinum atau botox

Bakteri Clostridium botulinum/Google Internet

Racun botulinum–protein yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum–adalah neurotoksin, artinya racun yang menghambat kendali saraf di tubuh makhluk hidup.

Racun yang diproduksi bakteri ini termasuk neurotoksin paling kuat yang dikenal manusia, dan kita sering mengenalnya sebagai “botox”, yang populer di dunia kecantikan untuk mencegah kerutan.

Lalu mengapa racun ini tidak membunuh penerima suntikan botox? Karena dokter yang bertanggung jawab memberikan suntikan itu tahu dosis yang tepat untuk pasiennya. Botox menyerang neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk memicu kontraksi otot, sehingga otot tidak bisa bergerak. Kondisi ini bisa menyingkirkan kerutan di wajah seseorang hingga tingkat tertentu, tapi tidak bertahan selamanya, sehingga pasien perlu melakukan “top up” botox setiap beberapa bulan sekali.

Bakteri C. botulinum biasanya berkembang biak di produk daging yang tidak ditangani atau disiapkan dengan cara baik dan benar, dan mengonsumsinya bisa mengarah pada kelumpuhan, yang dalam kasus terparah membawa kematian. Dalam kasus yang tidak terlalu parah, menelan racun ini bisa menyebabkan kelumpuhan otot minor dan sementara.

Ricin

Biji minyak jarak/ibtimes.co.uk

Ricin adalah protein sangat beracun yang terdapat secara alami di tumbuhan penghasil minyak jarak–Ricinus communis–tepatnya, dari isi bijinya. Ricin beracun bagi manusia jika terhirup, disuntikkan, atau tertelan. Dosis seberat beberapa butir garam meja saja bisa membunuh manusia dewasa.

Ricin mencegah sel mengombinasikan asam amino yang diterimanya dari ribosom untuk membentuk protein, padahal ini penting bagi semua sel hidup. Gejala yang ditimbulkan oleh ketiadaan protein setelah menerima satu dosis ricin bisa berupa diare, dan sebagian korban bisa meninggal karena shock. Kematian akan terjadi 3-5 hari setelah terpapar racun ini. Hingga saat ini manusia belum menemukan antidot ricin.

Anthrax

Penyakit Anthrax/Wikipedia

Anthrax adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini bisa memproduksi spora yang mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, bahkan di tempat seperti Antartika. Ketika spora bakteri ini terhirup, tertelan, atau mengenai luka di kulit, dia akan teraktifkan dan bertambah banyak dengan cepat di dalam tubuh inangnya.

Gejala keracunan akibat anthrax dimulai dengan munculnya borok tidak sakit di area masuknya bakteri, yang kemudian semakin lama semakin parah. Kelenjar limpa di sekitar borok mulai membengkak, dan luka itu bertambah besar dengan ciri ada area hitam (mati) di tengahnya. Penderita juga bisa mengalami muntah darah, hilang selera makan, dan peradangan di saluran usus. Tenggorokan dan mulut bisa mengalami lesi yang menimbulkan kesakitan luar biasa.

Jika tidak segera ditangani, keracunan anthrax bisa membawa kematian. Untunglah, vaksin anthrax sudah ditemukan Louis Pasteur pada 1881, dan terus dikembangkan ilmuwan masa kini.

Perhatikan baik-baik, tiga zat paling mematikan ini diproduksi bakteri dan tanaman, yang secara fisik dan struktur organ jauh lebih sederhana daripada manusia. Itu mengingatkan kita semua bahwa manusia bukan sama sekali tidak terkalahkan. Setiap kali manusia berhadapan dengan alam semesta dan misterinya, hampir selalu bisa dipastikan alam yang keluar sebagai pemenang. Hendaknya ini juga membuat manusia selalu rendah hati dan bersahabat dengan alam.

Tidak hanya bakteri dan tanaman jarak, bunga pun ada yang “menyandang gelar” tanaman paling mematikan di dunia, meskipun penampilan luarnya cantik.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here