mahasiswa brawijaya
Tomi Setiawan dan tim (Foto: Prasetya.ub.ac.id)

Kopi merupakan salah satu komoditas yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Memiliki rasa dan aroma yang khas membuat industri kopi semakin populer. Tetapi tahukah Inspirator, ternyata gak cuma bijinya saja yang bisa dimanfaatkan, kulitnya pun bisa.

Empat Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Malang membuktikannya. Keempat mahasiswa yakni Tomi Setiawan, Wahyu Yudhi Subekti, Siti Sumadyah Nuradyah, dan Khusnul Ilmiah, menciptakan sel surya jenis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan bahan baku dari kulit kopi.

“Kulit kopi ini memiliki fungsi ganda, yakni sebagai zat pewarna alami berupa antosianin dan counter electrode berupa karbon aktif,” kata Ketua Tim Tomi Setiawan seperti dilansir dari laman Prasetya.ub.ac.id.

Produksi kopi yang cukup besar di Kabupaten Malang, berpotensi menimbulkan limbah kulit kopi yang sangat banyak. Oleh karena itu Tomi dan timnya melakukan penelitan manfaat kulit kopi pada sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC).

“Sel surya merupakan suatu perangkat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip fotovoltaik. Pada era green technology dan krisis energy saat ini, sel surya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi terbaru.” jelasnya.

Keempat mahasiswa itu pun melakukan penelitian dengan judul “Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Kopi Robusta sebagai Natural Dye dan Counter Electrode pada Fabrikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menjadi Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan”. Penelitian ini dibimbing oleh dosen Dr Sc Siti Mariyah Ulfa dan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan.

Tomi pun menerangkan proses pembuatan sel surya dimulai dengan ekstrasitas antosianin, pembuatan counter electrode dan yang terakhir fabrikasi prototype DSSC. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, berupa protoype dari DSSC yang dapat digunakan atau biasa disebut dengan penelitian dalam skala kecil dan masih dalam bentuk penelitian.

“Dengan adanya inovasi ini diharapkan pemanfaatan limbah kulit kopi tidak hanya sebatas pada pembuatan pupuk organik dan pakan ternak saja, tetapi masyarakat juga dapat meningkatkan daya jual kulit kopi,” pungkas anggota tim lainnya Siti Sumadyah Nuradyah.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY