Saya ingat beberapa minggu yang lalu, saya ada meeting di kantor Google dan sudah tipis banget akan terlambat. Saya sudah berlari kecil masuk ke Sentral Senayan, tiba-tiba dapat whatsapp call dari Uus (Uswatun Khasanah). “Kak, minta bantuan dong. Ada orang yang pengen gue bantu, calon mahasiswa yang mau kuliah tapi ga punya uang dan harus bayar UKT“. Waktu itu katanya Uus lagi jadi panitia di salah satu proses daftar ulang di kampusnya, dan ketemu dengan seorang anak namanya Ridho asal Madiun. Ridho sampai nangis dipangkuan Ibunya. Mungkin sedih, marah, kecewa, karena datang jauh-jauh dari Madiun ke IPB dan mimpinya buat kuliah akan kandas karena dia tidak bisa bayar Uang Kuliah Tunggal, semacam uang pangkal yang harus dibayar di awal. Tapi dia dan Ibunda tidak mampu membayarnya. Refleks saya bilang ke Uus. “Yaudah langsung aja bikin halamannya di Kitabisa” “Tapi deadlinenya tanggal 2. Tinggal 3 hari lagi, gimana ya?” “Ya gapapa, justru harus bikin sekarang. Langsung aja bikin halamannya, tinggal klik dan isi formnya, nanti langsung live dan tinggal disebar”. Lalu Uus menutup telponnya dan bilang akan buat penggalangan dana untuk Ridho. Sorenya, Uus whatsapp saya lagi dan bilang sedang dalam proses buat. Sembari bikin, Uus sempat bilang “seharian pengen nangis liat pendidikan Indonesia yang terhambat karena UKT”. Saya sempat terdiam. Tak lama kemudian, halamannya jadi dan siap di kitabisa.com/uktridho. Setelah halamannya siap, langsung disebar via whatsapp dan channel lainnya. Lalu tiba-tiba…Boom. Informasi menyebar. Orang-orang baik bermunculan. Donasi berdatangan. Target biaya UKT sebesar 5,7 juta tercapai dengan cepat. Tidak sampai 24 jam, target sudah tercapai dan netizen terutama mahasiswa dan alumni IPB yang melihat informasi ini “menggila”. Donasi terus berdatangan. Dari target 5,7 juta, terkumpul hingga 73 JUTA dari 313 DONATUR! 1.200 % dari target awal, dalam dua hari! Akhirnya, sekarang Ridho bisa tersenyum lagi karena ratusan orang bantu dia untuk membayar UKTnya. Dana lebihnya akan digunakan untuk membantu “Ridho-Ridho lain” yang juga membutuhkan bantuan untuk biaya kuliah disana. Semua akan diupdate secara transparan oleh Uus sebagai penggalang dana. Cerita Uus jadi cerita super keren yang membuktikan bahwa berbuat baik itu ga perlu dimulai dari hal besar. Ga perlu terlalu banyak kajian. Ga perlu nunggu jadi orang/artis dulu. You can be just an ordinary people, but there is no such thing as ordinary good deed. Donasi kitabisa.com/uktridho jadi bukti ke ratusan kalinya: Indonesia ini orang baiknya banyak banget. Bayangkan kalo semua mahasiswa yang bermasalah dibantu dengan patungan, dengan udunan, berapa juta orang yang bisa kita bantu bareng-bareng. Kita ga perlu nunggu pemerintah. Kita bisa bantu pemerintah menyelesaikan masalah. Inisiatif baik Uus bikin saya bersyukur karena saya punya salah satu pekerjaan terbaik di dunia. Lo tau apa yang buat pekerjaan ini sangat membahagiakan? Karena kami membantu orang baik. Saya sering banget berpikir, hidup saya mungkin banyak celanya. Saya ini mungkin ga baik-baik amat. Tapi pekerjaan saya adalah bantu orang-orang baik ini berbuat baik.

“Kami percaya, berbuat baik itu harus mudah, harus cepat, harus berdampak, harus menular, dan harus menyenangkan”.

Saat ini sudah memasuki Bulan Ramadhan dan waktunya kebaikan berjaya dimana-mana. Waktunya ‪#‎OrangBaik berbagi kebaikan dengan orang-orang baik lainnya, Tim Kitabisa siap bantu orang baik berbuat baik. Yuk, perbanyak pundi-pundi kebaikan kita mulai saat ini! Sumber: Iqbal Hariadi (Digital Storyteller kitabisa.com)   Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring! Editor   : Nindya Kharisma Cahyaningtyas Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspirator_freak Web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

SHARE
Previous articleBerbagi Kebahagiaan di Bulan Penuh Berkah bersama YAFI.
Next articleVideo Nenek Penjual Makanan di Warteg yang Dirazia Satpol PP Jadi Bahan Perbincangan Netizen

LEAVE A REPLY