Dare to Dream
Hmm…Mimpi? Hal yang gratis dan nggak harus di bayar. Tapi tahukah kamu, setiap orang sukses itu dimulai dari bermimpi. Bermimpi itu mudah tetapi untuk meraihnya itu susah karena dibutuhkan usaha. Banyak orang takut bermimpi karena melihat realita sekitar mereka. Kali ini, aku mau menceritakan pengalamanku tentang bermimpi. Dari SMA aku bermimpi masuk di dunia pariwisata. Dunia yang mengasyikan menurut aku, karena bisa jalan-jalan sambil bekerja. Hal yang menyenangkan bukan? Dan pasti banyak orang menyukai  jalan-jalan dan dibayar pula.
Mimpi itu membuat aku mencoba masuk kuliah jurusan pariwisata. Akhirnya, aku memberanikan diri ikut ujian saringan masuk di sekolah pariwisata Trisakti. Dan benar, kecintaan aku dengan dunia pariwisata membuat aku mendapatkan pmdk khusus waktu itu, pmdk khusus itu diberikan buat anak yang mendapatkan nilai 100 buat ujian saringan masuk. Cuma mengejar mimpi itu nggak mudah, percayakah itu? Karena realita kadang bisa mematikan  mimpi kita loh! Itu yang aku rasakan.
Aku mendaftar menjadi mahasiswa di Trisakti, tapi keluarga besar aku menolaknya karena merasa nggak ada masa depan. Akhirnya, aku harus melepaskan mimpi itu, aku nggak jadi masuk sekolah pariwisata tersebut. Jujur sedih, dan membuat aku nggak berani bermimpi masuk dunia pariwisata lagi. Tapi percaya nggak? Mimpi yang benar ingin kamu wujudkan adalah mimpi yang nggak pernah pudar walaupun sudah lama kamu meninggalkannya, hal itu aku rasakan.
Akhirnya setelah 6 tahun aku melupakan mimpi itu, aku mulai mengejarnya kembali. Aku mencoba ikut beasiswa s2 pariwisata di salah satu sekolah pariwisata. Jujur aku nggak percaya diri, karena aku lulus s1 dengan ipk yang kecil, dibawah 2,75. Mungkin ada dari kalian yang mau mencoba beasiswa s2 atau bekerja di salah satu tempat tapi nggak percaya diri dengan ipk s1 kalian, itu yang aku rasain saat itu. Mencoba mengejar mimpi itu harus berani, dimulai dari berani melangkah.
Aku memberanikan diri melangkah, dan jangan lupa berdoa juga, minta persetujuan Tuhan juga. Akhirnya dengan ipk yang dibawa standar diminta, aku berhasil mendapatkan. Masalah nggak berhenti disaat aku mendapatkannya, satu tembok yang harus aku lewati adalah ketakutan. Ketakutan membuat aku nggak berani meraih mimpi di depan mata aku. Takut dengan biaya kedepannya, takut bagaimana membayar, takut salah langkah, ketakutan membuat aku melepaskan kembali mimpi itu. Tapi percaya deh, ketika Tuhan ijinkan kamu melangkah, Tuhan membantu membuka jalan.
Hampir setahun, aku mencoba mengatasi ketakutan aku tersebut. Karena mimpi itu masih terus terngiang dalam diri aku, aku kembali mencoba meraihnya. Dan sekarang aku memberanikan diri melangkah dan meraihnya, akhirnya aku ambil beasiswa s2 itu. Walaupun sudah setahun, pihak kampus tetap mengijinkan aku mengambilnya.
Mungkin banyak teman-teman yang merasakan hal sama, punya mimpi, tapi takut meraih. Punya mimpi tetapi nggak berani melangkah. Kalian bisa belajar dari pengalaman aku ini, jangan takut melangkah dan meraihnya. Disekitarmu banyak situasi yang membuat kamu harus melupakan mimpi mungkin, tapi tetap melangkah. Jangan terpengaruh oleh orang sekitarmu, kalau mimpi itu memang sudah ditanamkan dalam hidup kamu.
Thomas alva Edison miliki mimpi membuat lampu, dia nggak berhenti hanya bermimpi saja. Dia mencoba melangkah dan meraih mimpi tersebut. Walaupun banyak kegagalan dan ketakutan yang menghalangi dia. Dan kita bisa belajar dari cerita tersebut, Dia bisa mewujudkan mimpinya. Satu hal terpenting yang harus kalian tahu.
Ketika kalian berani bermimpi dan mengejar mimpi kamu, itu nggak hanya menyenangkan hidup kamu karena berprestasi meraih mimpi kamu itu. Tetapi kamu bisa menginspirasi dan memberkati orang-orang sekitarmu yang melihat perjuangan kamu. Kalau mimpi itu bukan hanya khyalan belaka saja, tapi bisa diwujudkan.
Thomas alva Edison berhasil menciptakan lampu, bukan hanya kepuasan buat dirinya sendiri, tetapi mimpinya berguna buat seluruh orang di dunia, dan menginspirasi orang-orang di dunia. Itulah kunci kenapa kita harus berani bermimpi dan mengejar mimpi. Kunci berhasil merealisasikan mimpi adalah Komitmen.
Mimpi itu membuat kita termotivasi tetapi hanya komitmen yang bisa membuat kita mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan. Oke semuanya, itu ceritaku tentang mimpi. So, jangan pernah berhenti mimpi dan mengejarnya menjadi kenyataan. Mulai dari mimpi yang kecil, dan pasti kamu akan terus melangkahkan kakimu untuk mewujudkan mimpi kamu menjadi mimpi yang besar.
Mimpi itu suatu luar biasa ketika itu menjadi visi kita dan bisa kita wujudkan untuk menolong dan memberkati orang lain. Hai anak muda, bermimpilah setinggi langit dan wujudkan itu menjadi kenyataan. Orang sukses itu orang yang bermimpi dan berkomitmen merealisasikan mimpinya.
(Fransisca Octavia)

LEAVE A REPLY