Belalai Gajah–Organ Serbaguna Untuk Mendeteksi Bau, Memetik Makanan… Apa Lagi, Ya?

Bicara soal hidung, belalai gajah paling mencolok tentu saja karena ukuran, kelenturan, kekuatan, dan daya cengkeramnya yang agak menyeramkan.

Coba saja Anda memetik daun dengan hidung Anda, lalu lihat bagaimana cara Anda makan. Jadi, mungkin seharusnya tidak mengejutkan jika daya penciuman gajah juga menonjol.

Photo credit: TripAdvisor

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa gajah memiliki lebih banyak reseptor bau daripada mamalia lain. Dan di eksperimen lain, peneliti yang menindaklanjuti laporan bahwa gajah di Angola berhasil menghindari ladang ranjau menemukan bahwa gajah bisa mendeteksi keberadaan TNT (bahan peledak–penerj.)

Laporan lain menyimpulkan bahwa gajah bisa menggunakan petunjuk bau untuk membedakan dua suku di Kenya–suku Maasai yang secara tradisional biasanya menombak mereka, dan suku Kamba yang tidak melakukannya. Gajah rupanya menggunakan kemampuan ini untuk menghindari suku Maasai.

Hasil penelitian paling akhir menambahkan bukti dengan menunjukkan bagaimana gajah menggunakan daya penciumannya yang hebat dalam memilih makanan. Gajah sering harus mencari tanaman dan air di tempat jauh, dan mereka juga bisa membedakan antara tanaman yang mirip begitu menemukan sekumpulan tanaman yang serupa.

Menguji daya penciuman gajah

Kelihatannya gajah kemungkinan menggunakan daya penciuman mereka, tapi Melissa Schmitt, penelitu di University of KwaZulu–Natal di Afrika Selatan, dan kolega-koleganya ingin mengetahui sehebat apa daya penciuman gajah.

Maka, Schmitt menguji gajah dalam jarak dekat, menggunakan dua ember berisi dua makanan jenis berbeda yang tersembunyi. Gajah dengan mudah memilih ember berisi dedaunan dari tanaman yang mereka suka–katakan pir hutan–dan menghindari dedaunan yang mereka tidak suka–zaitun hutan, misalnya.

Untuk menguji kemampuan gajah mendeteksi bau pada jarak agak jauh, para peneliti itu membangun labirin Y klasik seukuran gajah mirip yang digunakan untuk tikus laboratorium.

Dalam versi untuk gajah, hewan-hewan itu dengan mudah memilih dahan Y yang menggiring mereka ke jenis tanaman yang mereka suka. Kelihatannya jelas hewan bisa mengendus makanan mereka. Dr. Schmitt mengatakan manusia juga tahu ketika tetangganya memanggang steik.

Tetapi, kata Dr. Schmitt, gajah “melakukan ini pada semua lingkungan mereka, pada skala ruang dalam jumlah banyak, untuk benda-benda yang baunya tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan steik di acara barbeque.

https://www.mnn.com/earth-matters/animals/blogs

Maka, tambahkan ini ke cerita tentang belalai tadi. Belalai gajah bisa memindahkan batang kayu dan mengendus ke bagian bawahnya. Belalai gajah bisa menyemprotkan air ke punggungnya, memetik daun, atau menggapai membelah angin ketika mengendus wangi samar jenis mistletoe tertentu.

Untuk makanan yang sukar dijangkau, gajah tidak sekadar memetik daunnya, mereka merobohkan pepohonan yang menjadi tempat tumbuh mistletoe tadi. Belalai mereka ternyata berguna untuk tugas merobohkan pohon juga.

(Diterjemahkan dari tulisan James Gorman untuk The New York Times.)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here