Jakarta, 25 Agustus 2016 – Selama hampir tiga minggu telah dilaksanakan sebuah program pertukaran pelajar antar daerah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan dan ke-Indonesiaan. Program tersebut diberi nama SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali).

Sebanyak 15 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpilih dari berbagai penjuru Nusantara mengikuti berbagai kegiatan yang menarik dan bertemu dengan tokoh-tokoh inspiratif. Program yang digagas oleh Ayu Kartika Dewi, Aichiro Suryo dan Dyah Widiastuti di tahun 2012 ini mempertemukan 15 Adik SabangMerauke (ASM) dengan 15 Kakak SabangMerauke (KSM) dan 15 Famili SabangMerauke (FSM). Ke-15 ASM yang terpilih dari 1.173 pendaftar tinggal di rumah keluarga angkat selama tiga minggu di area Jabodetabek dan mengikuti serangkaian kegiatan bersama kakak pendamping untuk mengalami makna toleransi, pendidikan dan ke-Indonesiaan seutuhya.

Diharapkan, selepas kegiatan ini berakhir dan para Adik SabangMerauke (ASM) pulang ke daerah asalnya, mereka akan menjadi salah satu Duta Toleransi di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat berdampak besar terhadap Kakak SabangMerauke (KSM) dan Famil SabangMerauke (FSM) dalam memaknai toleransi dan perbedaan. Selama tiga minggu ini, Adik SabangMerauke (ASM) berkunjung ke tempat-tempat yang berlokasi di daerah Jakarta, seperti Balaikota, Garuda Indonesia Training Center, rumah-rumah ibadah dan juga kampus-kampus di Jakarta.

Ke-15 ASM terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan berinteraksi langsung dengan para narasumber dan juga mereka mendapat pengalaman-pengalaman baru yang sangat menarik. Selain itu, para Kakak SabangMerauke (KSM) yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan kampusnya kepada para ASM.

Terkait dengan pelaksanaan program SabangMerauke 2016, hari ini dilakukan Jumpa Pers bertempat di fX Sudirman,Jakarta dan dihadiri oleh Irma Sela Karlina – Managing Director SabangMerauke 2016, Putri Rizki Dian Lestari – Tim Perumus SabangMerauke, serta 15 Adik dan 15 Kakak SabangMerauke 2016. Sebelumnya, SabangMerauke 2016 telah melakukan Grand Launching pada tanggal 23 Januari 2016 di Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Jumpa Pers “Pengumuman Anak SabangMerauke 2016“ pada tanggal 8 Juni 2016 di Annex Building, Jakarta.

Managing Director SabangMerauke 2016, Irma Sela Karlina menjelaskan tentang pembaruan program pada tahun ini, ”SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan semangat toleransi. Dalam program ini, anak-anak dari seluruh Indonesia akan tinggal dengan keluarga yang berbeda dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda.

Di tahun 2016 ini, ada 15 Famili SabangMerauke (FSM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Adik SabangMerauke (ASM) yang akan menjalankan kegiatan program SabangMerauke selama 3 minggu di Jakarta. Yang berbeda dari tahun sebelumnya adalah, perpanjangan waktu program dari yang sebelumnya hanya 2 minggu, tahun ini diperpanjang menjadi 3 minggu. Kami berharap dengan perpanjangan waktu program,interaksi antar FSM, KSM, dan ASM akan lebih kuat sehingga nilai-nilai toleransi, pendidikan dan keindonesiaan yang ingin ditanamkan bisa lebih kuat diresapi oleh adik-adik SabangMerauke. Sehingga ketika para Adik SabangMerauke kembali ke daerah asalnya mereka akan bisa menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan sekitarnya.

Pendaftar FSM, KSM, dan ASM pun jauh meningkat di tahun ini. Artinya, semakin banyak orang yang percaya pada nilai SabangMerauke dan ingin ikut terlibat langsung di dalam pelaksanaan program SabangMerauke.”

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY