BeKraf: Sajikan Konten Lokal Agar Game Indonesia Bisa Berkembang

bekraf
Ilustrasi: Teknoologia.com

Industri game mobile khususnya game lokal yang masuk dalam industri kreatif memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Namun hal itu akan terwujud jika jumlah developer lokal bertambah.

Hal ini diungkapkan oleh Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari. Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki 42 ribu developer lokal yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, hanya 25%nya yang merupakan developer game.

“Game lokal banyak yang sukses digoogle play, seperti tahu bulat dan game mari belajar, game ini jauh dari genre game global tapi bisa mendulang sukses,” ujarnya dilansir dari Seluler.id (23/02).

Meskipun pertumbuhan game lokal masih kurang dari satu persen, pada tahun 2020 ditargetkan mampu berkontribusi 20%. Apalagi dengan jumlah developer yang terus bertambah, Hari yakin pangsa pasar game mobile akan berkontribusi sesuai yang diharapkan.

“Kita harus lihat segmen target mana yang memang menjadi target segmennya developer Indonesia dan konsumen Indonesia. Jangan membuat produk-produk yang berkonflik dengan yang sudah ada,” jelasnya.

Hari pun menekankan pentingnya menciptakan konten game yang berbeda dengan mengangkat kearifan lokal. Karena dengan kearifan lokal tersebut, akan memudahkan untuk diterima oleh user di tanah air.

“Misalnya ada yang membuat game pocong, game tahu bulat, game Pangeran Dipenogoro. Cari game-game manual lokal yang bisa dibuat,” imbuhnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here