Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lokal, Bekraf Latih Seni Pahat ke Pelajar di Nias

seni pahat
Patung Nias koleksi H Sundermann (Foto: Satunias.com

Potensi kearifan lokal untuk dikembangkan dan menjadi kekuatan ekonomi kreatif sangatlah besar. Oleh karenanya Pemerintah kota Gunungsitoli bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia menggelar Workshop Pembentukan Ekosistem Kabupaten Kota Kreatif Seni Pahat Nias 2017.

Seperti diberitakan oleh RRI.co.id, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli Y. Harefa mengatakan peserta workshop merupakan pengrajin perwakilan dari beberapa kecamatan serta pelajar SMA/SMK baik di Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias.

Workshop akan berlangsung selama 4 bulan yakni dari bulan Maret hingga Juli dan terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama akan berlangsung selama 3 hari dengan menghadirkan 2 orang mentor dari Bekraf. Selain itu akan ada evaluasi pertahapan yang memastikan apakah peserta serius mengikuti atau tidak.

“Workshop ini tidak akan sama dengan workshop-workshop yang pernah ada sebelumnya, selain tidak menggunakan sesen pun APBD juga tidak ada kata main-main bagi peserta, yang absen besok pada pelatihan namanya akan langsung dicoret.” ujarnya.

Keunikan sejarah dibalik seni pahat di pulau Nias melatarbelakangi Bekraf memilih Nias. Bekraf terdorong untuk membangkitkan potensi di daerah tersebut agar hasil akhirnya akan memberikan nilai tambah yakni membangkitkan PDRB Kota Gunungsitoli, peningkatan jumlah tenaga kerja dan ekspor.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Selliane Halla Ishak mengatakan, “Kami ingin membangkitkan kreatifitas pengrajin, diakhir workshop nanti kami akan menggelar pameran mini untuk mengetahui reaksi masyarakat atas keahlian mereka”,

Diakuinya kendala yang terjadi selama ini adalah tidak adanya pasar yang menampung hasil kerajinan, maka itu Ia berharap pemerintah daerah memikirkan hal ini, Bekraf sendiri akan membawa hasil kerajinan pada acara-acara pameran.

Terkait hal ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli Y. Harefa mengatakan hal sudah dipikirkan, hasil kerajinan nanti akan dipasarkan pada Kios Cenderamata dan Souvenir yang akan dibuka pada bulan April mendatang berlokasi di Pasar Gomo Gunungsitoli.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here