Bangkit Dari Keterpurukan, Pemuda Disabilitas Ini Tunjukkan Prestasi Luar Biasa

Disabilitas

“We met for a reason, either you’re a blessing or a lesson.”

– Frank Ocean

Namanya Muhammad Subhan. Ia bukan pemuda biasa meski nampak tak berdaya diatas kursi roda. Subhan, begitu ia disapa adalah pribadi yang luar biasa dengan sejumlah prestasi yang dimilikinya.

Pernah dihadapkan pada keterpurukan dan sempat putus asa, Subhan mencoba bangkit dan menemukan alasan untuk tetap melanjutkan hidup. Hal apa yang membuat pemuda ini berubah pikiran? Yuk, simak kisah inspiratifnya.

Sebuah Kecelakaan motor di Pangkal Pinang, Bangka Belitung menjadi titik balik yang mengubah seluruh kehidupan Subhan. Saat itu ia baru selesai mengikuti ujian akhir sekolah SMA. Bersama teman-temannya, Subhan berniat ke sekolah untuk melihat hasil ujian. Namun diperjalanan ia mengalami kecelakaan motor.

“Teman saya tidak luka apapun sementara saya terpelanting jatuh dan tidak sadarkan diri. Seketika itu saya langsung dibawa ke rumah sakit,” kisah Subhan mengenai kronologi kecelakaan yang menimpanya tahun 2005 silam.

Hasil pemeriksaan di rumah sakit menyatakan jika subhan mengalami patah tulang belakang dan harus segera dioperasi. Namun terkendala biaya operasi, tidak sampai dua jam Subhan dipulangkan dan memilih pengobatan alternatif.

Bukannya sembuh, kaki Subhan justru tak bisa digerakkan. Bahkan ia tidak bisa berjalan dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Semua aktifitas ia lakukan di tempat tidur. Situasi ini terus berjalan selama 5 tahun.

Mendapati kondisi fisik yang tak sama seperti sebelumnya, dan harus mengubur impiannya menjadi Polisi, Subhan pun mulai putus asa.

“Saya nangis, marah. Kenapa saya harus seperti ini? Sempat terpikir untuk bunuh diri dan menyalahkan orang tua. Namun melihat orang tua yang terus membantu saya, timbul semangat untuk bangkit lagi. Saya ingin membuat mereka bangga dan tidak mau merepotkan mereka lagi.” ungkapnya.

Keinginan subhan semakin kuat ketika teman-temannya datang untuk memberi semangat dan menghiburnya. Akhir 2010, teman-temannya berinisiatif membuat proposal ke perusahaan swasta di Pangkal Pinang.

“Alhamdulillah proposal itu diterima dan saya dibawa ke Jakarta untuk berobat. Saya mendapatkan pengobatan di salah satu rumah sakit swasta di jakarta selama 3 bulan.” ujarnya.

Selesai masa pengobatan Subhan diarahkan masuk ke yayasan sosial yang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui pelatihan keterampilan.

“Ketika pertama kali masuk yayasan dan bertemu dengan teman-teman sesama penyandang cacat, saya bisa bangkit lagi. Disitu semua diajarin keterampilan, kerajinan dan kemandirian. Saya mendapat banyak ilmu, pengalaman, motivasi sehingga kepercayaan diri saya semakin meningkat.” ujar Subhan yang kini bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Selatan.

Disabilitas
Subhan menjadi peserta dalam Global IT Challenge di Korea Selatan.

Subhan juga dibekali pelatihan IT yang kemudian mengantarkannya pada perlombaan Global IT Challenge di Korea Selatan. Turnament olahraga pun ia jajal. Perlombaan marathon di Bali ia menyabet juara dua dan 2 medali emas di cabang olahraga bulu tangkis se-Jawa Barat.

Disabilitas
Subhan dalam Asean Para Games

“Harapan saya di kedepan hari bisa menaikkan haji orang tua. Saya ingin membalas kebaikan orang tua meski mereka tidak memintanya. Satu hal yang bisa saya bagi, Jangan pernah menyesal dengan apa yang terjadi. Rencana kita tidak akan seindah rencana Allah. Banyak bersyukur. Hidup tidak ada yang sia-sia, tetap semangat.” pungkasnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here