ASEAN Community
Ilustrasi

Hai Inspirator! Siapkah kalian menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN? Pertanyaan di atas patut Inspirator refleksikan, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera mengubah masing-masing negara anggotanya. Berbagai perbincangan mengenai MEA kembali di tahun 2016, setelah beberapa tahun lalu MEA seolah tidak akan terwujud. Banyak terjadi pro dan kontra dalam masyarakat Indonesia terhadap keputusan untuk turut serta dalam MEA yang tidak lama akan terasa dampaknya. Untuk mengetahui mengapa terjadi perdebatan, perlu kita ketahui apa sebenarnya MEA itu, dari mana muncul MEA, dan mengapa Indonesia pada akhirnya memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Yuk kita simak! ASEAN COMMUNITY Berdasarkan sejarah Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), isi Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar ASEAN menjelaskan fokus ASEAN yaitu pengembangan negara-negara anggotanya dalam berbagai bidang. Di samping itu, ASEAN memiliki visi bahwa pada tahun 2020 negara-negara di Asia Tenggara telah berorientasi ke luar, hidup dalam damai, stabil dan makmur, terjalin relasi dalam perkembangan yang dinamis dan dalam komunitas yang peduli. Demi menunjang tercapainya visi ASEAN 2020 yang telah disetujui para pemimpin ASEAN, maka diputuskan bahwa ASEAN Community harus dibentuk.

ASEAN Community
ASEAN Community | Sumber: http://www.rathedaung.net
ASEAN Community adalah suatu langkah mengintegrasikan negara-negara anggota ASEAN dalam pengembangan berbagai bidang, sehingga tercapailah visi ASEAN diatas. ASEAN Community sendiri terbagi dalam masing-masing bidang yang menjadi fokusnya, yaitu: 1. ASEAN Political–Security Community 2. ASEAN Economic Community 3. ASEAN Socio–Cultural Community Nah, sesuai pembahasan singkat di awal, pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu dari ASEAN Community di atas. Dengan fokus di bidang ekonomi, dibentuklah ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mempengaruhi terbentuknya perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara.
Asean Economic Community (AEC)
ASEAN Economic Community | Sumber: http://www.businesscircle.com.my
Perdagangan bebas inilah yang tengah ramai dibicarakan masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu program dari MEA, ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara akan berdampak cukup signifikan bagi negara-negara anggotanya. Dengan adanya AFTA, masing-masing negara anggota ASEAN bebas untuk melakukan pertukaran dalam lingkup ASEAN, baik tenaga kerja maupun barang. Bagi tenaga kerja, tentu bukan hal yang mudah untuk bersaing dengan tenaga kerja luar yang belum mereka ketahui kemampuan dan etos kerjanya. Namun, AFTA pun membuka peluang bagi para tenaga kerja untuk bekerja di negara tetangga, tentunya dengan kualifikasi yang diakui. Pertukaran barang dalam AFTA didukung dengan penurunan hingga penghapusan bea impor barang masuk dari luar. Dampaknya, barang produksi dalam negeri harus bersaing dengan barang buatan negara tetangga, begitu pula barang produksi dalam negeri memiliki kesempatan untuk memiliki pasar di luar Indonesia. Menghadapi persaingan yang terjadi dalam ASEAN, tentu bukanlah tantangan semata, melainkan juga sebuah peluang, bagaimana Indonesia memanfaatkannya, kembali pada masyarakat bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi memanfaatkan semaksimal mungkin MEA yang ada di depan mata. Alih-alih mempertanyakan keputusan baik dari pemerintah maupun dari pihak ASEAN, sudah saatnya generasi muda melangkah menjadi pribadi yang berkualitas. Kualitas diri yang baik tentu akan membawa kepercayaan diri disertai dengan kemampuan yang mapan untuk bersaing secara sehat dengan pendatang dari berbagai negara ASEAN. Be a fighter, not a whiner, Inspirator!   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Timothy Wiradanny Editor   : Siti Ayu Handayani Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY