Asal-usul Hari Kebangkitan Nasional
Gedung STOVIA yang kini menjadi Museum Kebangkitan Nasional, saksi bisu berdirinya Budi Utomo pada 1908

Hai Inspirator, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bersemangat ya. Inspirator tau nggak, gimana asal-usulnya hari ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Mestinya udah tau ya, atau mungkin lupa? Pastinya pernah dipelajari di sekolah, tapi kini yuk kita ulas lagi di Inspirator Freak, asal-usul diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional.

Hari Kebangkitan Nasional, berawal di masa penjajahan

Penderitaan leluhur bangsa Indonesia pada zaman penjajahan
Penderitaan leluhur bangsa Indonesia pada zaman penjajahan | Source: portalsejarah.com
Inspirator, kita beruntung hidup di masa sekarang ini. Masa di mana kita tidak harus melaksanakan kerja paksa, buruknya kesehatan dan sulit pangan, hingga berada dalam situasi perang yang mengancam nyawa. Memang, sudah ada perlawanan melawan penjajahan di negeri ini. Akan tetapi, sebelum era pergerakan nasional, perlawanan terhadap penjajah masih dilakukan secara kedaerahan dan belum terkoordinasi secara nasional. Menilik ke belakang, usaha-usaha perlawanan terhadap penjajah masih dilakukan per-daerah dan belum terkoordinasi secara nasional.  Adapun, bangsa Indonesia saat itu benar-benar dalam keadaan yang menderita. Karena penjajahan, keseluruhan taraf hidup termasuk kesehatan dan ekonomi masih sangat rendah, lalu juga kurangnya akses kepada pendidikan menjadi hal yang menyebabkan bangsa Indonesia belum dapat bangkit dari keterpurukan.

Bermula dari Seorang Dokter

Hari Kebangkitan Nasional
dr. Wahidin Sudirohusodo, Pahlawan Nasional Indonesia pelopor era pergerakan | Source: porosilmu.com
Beruntung Indonesia punya sosok seperti dr. Wahidin Sudirohusodo. Beliau merupakan salah satu tokoh penggagas awal mula pergerakan nasional. Bangsa kita saat itu masih memiliki harapan, yang mana bersandar di pundak para pelajar yang beruntung mendapatkan akses terhadap pendidikan. Dokter lulusan STOVIA ini sering berkeliling ke kota-kota besar di Jawa, menemui tokoh masyarakat dan para priyayi untuk menyampaikan pentingnya meningkatkan martabat rakyat yang tertindas. Kala itu, beliau menggagas perlunya wacana Dana Pelajar (studiefonds) di mana bertujuan untuk membantu pemuda yang cerdas namun terkendala ekonomi untuk lanjut pendidikan.  Sayangnya, gagasan ini kurang mendapat tanggapan para tokoh dan priyayi yang dijumpai dalam perjalanannya itu.

Kelanjutannya ada di STOVIA

Hari kebangkitan nasional
Gedung STOVIA pada tahun 1920 | Source: id.wikipedia.org
The School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, atau yang lebih dikenal dengan akronim STOVIA merupakan sekolah pendidikan dokter untuk pribumi yang ada di kota Batavia, alias Jakarta tempo doeloe. STOVIA kini dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, atas intervensi dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950. Nah, apa hubungannya Hari Kebangkitan Nasional dengan STOVIA? Ingat kisah dr. Wahidin Sudirohusodo? Pada akhir 1907 beliau bertemu dengan salah satu pelajar STOVIA yaitu Sutomo. Gagasan dr. Wahidin tersebut disambut baik oleh Sutomo dan kawan-kawan pelajar. Rencana studiefonds dr. Wahidin dikembangkan Sutomo dan para pelajar STOVIA untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah perhimpunan.

Lahirnya Budi Utomo, harapan baru kebangkitan bangsa

Salah satu pelopor berdirinya Budi Utomo, dr. Soetomo
Salah satu pelopor berdirinya Budi Utomo, dr. Soetomo | Source: erudisi.com
Para pelajar STOVIA, mereka merasakan perlunya para pelajar untuk mendirikan suatu perhimpunan. Hal ini tak lepas dari refleksi mereka atas gagasan dr. Wahidin untuk meningkatkan martabat rakyat. Alhasil, para pelajar STOVIA yang dimotori oleh R. Sutomo mulai mengirimkan surat kepada pelajar-pelajar yang berada di luar Jakarta, guna menghubungkan pelajar-pelajar dari berbagai kota di Jawa dan Madura. Usaha menjalin hubungan dengan pelajar-pelajar di luar Jakarta berbuah manis. Setelah saling berkomunikasi melalui surat, disepakati bahwa akan diadakan pertemuan pada hari Minggu, tanggal 20 Mei 1908. Pertemuan tersebut membahas berbagai hal yang kemudian menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Kala itu, bertempat di STOVIA, Sutomo dan para rekan pelajar mendirikan organisasi Budi Utomo.  Tanggal bersejarah inilah yang kemudian kita kenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional

Filosofi di Balik Sebuah Nama

Para pengurus Budi Utomo
Para pengurus Budi Utomo | Source: news.okezone.com
Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama yang dimiliki Indonesia. Menegaskan diri sebagai organisasi non-politik, Budi Utomo menaruh perhatian besar dalam hal ekonomi, sosial, dan kebudayaan. ‘Budi’ artinya merupakan ‘perangai’ atau ‘tabiat’, sementara ‘Utomo’ memiliki makna ‘baik’ atau ‘luhur’. Sesuai namanya, Budi Utomo diharapkan dapat menjadi suatu organisasi yang dapat mencapai tujuan yang luhur, dicapai melalui tabiat yang baik dan luhur pula. Budi Utomo menjadi cikal bakal pergerakan nasional, dan menginspirasi berbagai organisasi pergerakan nasional untuk lahir setelahnya. Di sini terlihat, bagaimana kontribusi pemuda terutama dari kalangan pelajar amat besar dalam awal mula kebangkitan nasional melawan penjajah. Itu dia Inspirator, sekelumit kilas balik asal-usul peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Semoga dapat selalu menginspirasi kita untuk berbuat yang terbaik demi kebangkitan bangsa dan negara ya 🙂   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Agung Tyanto Editor  : Siti Ayu Handayani Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY