Aruna Indonesia Ciptakan Teknologi Yang Membantu Nelayan

Foto: Id.techinasia.com

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi hasil laut yang sangat besar. Sayangnya hal ini belum tergarap dengan baik. Melihat kondisi ini, Farid Naufal Aslam bersama kedua rekannya, Indraka Fadhlillah dan Utari Octavianty, mendirikan Aruna Indonesia.

Ketiga anak muda ini kemudia melakukan riset selama dua tahun, mulai dari bertemu langsung dengan para nelayan, ikut melaut, dan mengunjungi kampung nelayan di pelososk Jawa Barat. Hal ini mereka lakukan agar tahu apa saja permasalahan dan apa yang bisa mereka bantu nantinya.

“Seharusnya dengan segala potensi yang ada, bidang kelautan dan perikanan Indonesia bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Nelayan-nelayan hidup sejahtera dan daerah pesisir-pesisir kita maju. Namun yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar Farid, seperti dilansir dari Id.techinasia.com.

Dari hasil riset selama dua tahun itu, Farid dkk memutuskan untuk membuat sistem yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan para nelayan. Di antaranya, memperbaiki sistem pengawasan komoditas, pemasaran hasil laut tanpa tengkulak, serta memudahkan konsumen untuk mendapatkan komoditas yang diperlukan dengan harga yang masuk akal.

Tim Aruna kemudian menciptakan teknologi untuk mengumpulkan data real time dan aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Aplikasi tersebut dilengkapi fitur-fitur seperti Point of Sales, pengaturan inventoris, pelaporan dan lain sebagainya.

teknologi
Indraka Fadhlillah bersama salah seorang nelayan mitra Aruna (Foto: Id.techinasia.com)

Saat ini Aruna memiliki tiga layanan utama. Yang pertama adalah Integrated Fishery Management, sistem aplikasi terintegrasi utnuk pengelolaan bisnis perikanan.

Kedua, Fishery Data Intelligent, fitur yang menyediakan data dari sektor perikanan, termasuk persediaan ikan dan jumlah penjualan secara real time. Ketiga, Online Fishery Trading, sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara online.

“Informasi harga, lokasi persediaan, biaya logistik, biaya penyimpanan dan informasi produk lainnya akan dibuka untuk publik demi menciptakan transparansi dalam industri perdagangan ikan di Indonesia,” ujar Farid.

Saat ini, Aruna bermitra dengan 57 koperasi nelayan dan sudah menjangkau sekitar seribu nelayan di Indonesia. Mereka berharap tahun ini berekspansi dan menambah mitra.

“Di kuartal keempat tahun 2016, kami mendapatkan total pemesanan lebih dari 3500 ton, namun kapasitas koperasi kami hanya mampu menyuplai 100 ton setiap bulannya. Diharapkan dengan adanya tambahan mitra, terjadi peningkatan jumlah transaksi melalui platform kami,” pungkas Farid.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here