AQUA Grup Luncurkan Program Suara Tirtha Emerging Photographers (STEP)

AQUA
Workshop AQUA STEP - Foto oleh Randy Azhari (2)

JAKARTA – AQUA Grup meluncurkan program Suara Tirtha Emerging Photographers (STEP) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemajuan fotografer muda di Indonesia yang karyanya diharapkan dapat menginspirasi publik untuk lebih peduli pada lingkungan. Bentuk dari program yang dimulai sejak 26-30 Januari ini adalah workshop storytelling dengan tema “CARE” yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat.
Proses seleksi peserta dilakukan dengan mengumumkan kegiatan ini secara resmi melalui website dan media sosial guna menjaring para fotografer muda dari seluruh Indonesia. Dari hasil seleksi, terpilih 10 fotografer yaitu, 1) Muhammad Ibnu Chazar – Karawang, Jawa Barat; 2) Esther Hasugian – Bogor, Jawa Barat; 3) Himawan Listya Nugraha – Banyumas, Jawa Tengah; 4) Bhima Pasanova – Jakarta, DKI Jakarta; 5) Danis Arbi Meigantara – Tangerang, Banten; 6) Risma Afifah – Jakarta, DKI Jakarta; 7) Eva Fauziah – Depok, Jawa Barat; 8) Muhammad Ihsan Mulya Pratama – Solo, Jawa Tengah; 9) Ajeng Dinar Ulfiana – Jakarta, DKI Jakarta; serta 10) Muhammad Ridwan – Padang, Sumatera Barat.

Ben KC Laksana, salah seorang juri tamu yang menyeleksi para pendaftar cukup terkesima dengan kualitas karya yang dikirimkan oleh para calon peserta. “Banyak dari karya mereka tidak hanya mempertunjukkan wawasan dan pengalaman estetika visual, namun juga komitmen terhadap proyek yang sangat personal dan dedikasi,” ungkap Ben.

Kesepuluh fotografer terpilih akan didampingi oleh dua mentor, yaitu Yoppy Pieter dan Muhammad Fadli dalam menafsirkan tema “CARE”. Selain itu, selama workshop, setiap peserta akan ditantang untuk menginterpretasikan sebuah tema ke dalam bentuk visual. Metode tersebut menuntut setiap peserta menjadi storyteller berbekal pemikiran kritis terhadap fenomena di sekitar mereka.

AQUA STEP
Workshop AQUA STEP – Foto oleh Randy Azhari (1)

Salah satu hal yang menarik dari workshop ini, adalah lokasi penyelenggaraan acara di kawasan Ciherang yang merupakan salah satu penyangga konservasi Jakarta. Di daerah ini, AQUA Grup juga menjalankan operasionalnya dan mengembangkan berbagai program sosial dan lingkungan terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan berbagai pihak.

Workshop ini mengajak para peserta mengunjungi kawasan konservasi yang diinsiasi AQUA Grup. Para peserta akan melihat secara langsung program-program sosial dan lingkungan AQUA Grup dalam menjaga kawasan konservasi Ciherang. Setelah melakukan kunjungan, peserta mendapatkan kuliah umum mengenai tema “CARE” yang menjadi spirit AQUA Grup.

Yoppy Pieter, mentor workshop storytelling STEP menjelaskan bahwa setiap peserta akan mengajukan ide story yang berkaitan dengan tema. “Story yang mereka ajukan bisa mengangkat beberapa program sosial dan lingkungan di sekitar kawasan Ciherang maupun hal-hal lain di luar kegiatan tersebut selama mereka mampu menerjemahkan konsep CARE dalam project mereka,” papar Yoppy.

Lebih lanjut, Yoppy menceritakan bahwa pada hari kedua hingga hari keempat, seluruh peserta harus sudah mengeksekusi project mereka. Pada hari terakhir, yaitu Senin, (30/1/2017) para peserta akan melakukan presentasi di hadapan para tamu undangan di kantor pusat AQUA Grup.

Sebagai seorang mentor, Yoppy akan membagi pengetahuannya mengenai visual storytelling kepada para peserta workshop. Selain itu, para peserta workshop juga dituntun menjadi fotografer yang memiliki critical thinking. “Jadi program ini tidak hanya membahas fotografi dari segi teknis, namun sebuah program yang memperkenalkan tentang etika dan estetika dalam pembuatan sebuah proyek photostory. Hal ini yang akan ditekankan agar mereka nantinya sebagai visual storyteller akan lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka yang meliputi aspek sosial, budaya, maupun lingkungan,” terang Yoppy.

Sementara itu, Muhammad Fadli menambahkan bahwa output dari workshop storytelling STEP yaitu berupa photostory yang memperlihatkan narasi visual yang dirangkum dalam bentuk slideshow dan photobook yang menjadi medium komunikasi yang mudah dicerna oleh masyarakat luas.
Melalui kegiatan workshop storytelling STEP, Fadli berharap para fotografer muda mendapatkan pengetahuan mengenai storytelling serta memiliki semangat kompetisi melalui sistem submisi. “Sejak awal pendaftaran peserta sudah digiring memiliki pemikiran kritis terhadap tema CARE dan pandangan mereka terhadap fotografi hari ini. Lalu ke depannya kita berharap bahwa program pendidikan ini mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri peserta dalam menyampaikan gagasan mereka,” imbuh Fadli.

Sementara itu, Ridzki Noviansyah yang juga juri tamu menambahkan bahwa para fotografer muda yang terpilih diharapkan dapat menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kemampuan mereka.

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@Inspiratorfreak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here