Animator Indonesia di Balik Infinity War

Sumber: instagram @ronngan

Kesuksesan film Avengers: Infinity War tidak terlepas dari kerja sama tim yang hebat. Tahukah Inspirator, dari ratusan orang di balik produksi Avengers: Infinity War ada dua sosok animator Indonesia yang terlibat, lho!

Mungkin awalnya kamu tidak percaya, kok bisa sih, orang Indonesia terlibat dalam proses pembuatan film hebat sekelas Marvel?

Kenapa tidak? Renald Taurusdi dan Ronny Gani telah membuktikannya.

Beda jurusan, tapi dipertemukan di tempat yang sama

Sumber: Kompas.com | Renald Taurusdi

Setelah lulus dari Nanyang Technological University Singapura bidang Animasi Digital tahun 2010, Renald Taurusdi mulai membantu proses produksi film luar tanpa mendapatkan kredit di film tersebut. Dan hingga saat ini–kurang lebih setelah delapan tahun berkarier–dia menjabat Creature Technical Director di Industrial Light & Magic.

Sumber: Kompas.com | Ronny Gani

Ronny Gani adalah alumni Teknik Arsitektur Universitas Indonesia tahun 2005. Dilansir dari Kompas.com, Ronny merasa salah jurusan. Enam bulan sebelum lulus, ada keraguan apakah arsitektur adalah bidang yang dia sukai. Di tengah keraguannya, Ronny berkenalan dengan 3D software untuk menyelesaikan tugas kuliah. Ternyata, software itu juga dipakai dalam pembuatan animasi, visual effect, motion graphics, dan lainnya. Dia malah merasa tertarik di seni animasi. Ronny membuktikan kecintaannya pada animasi dengan membentuk kursus animasi online di bengkelanimasi.com.

Dua anak muda ini sekarang bekerja di Industrial Light & Magic Singapura, anak perusahaan Lucas Animation yang menggarap animasi visual film Marvel. Pusat Industrial Light & Magic ini ada di San Francisco, California, Amerika Serikat, selain itu juga memiliki cabang di Singapura, Kanada, dan Inggris.

Mengemban tugas berbeda

Di produksi film Avengers: Infinity War, Renald dan Ronny mengemban tugas berbeda. Renald bertugas membuat berbagai jenis simulasi, seperti daging dan otot, rambut dan bulu, luka, serta kain yang dipakai karakter untuk mendukung performance-nya. Sehingga penonton bisa percaya semua itu sungguhan. Renald dan tim juga berperan dalam menciptakan efek penghancuran.

Ronny bertugas memberikan struktur tulang pada objek tiga dimensi supaya bisa digerakkan dan mendukung performance setiap karakter. Kalau objek tiga dimensi ini tidak diberi struktur tulang, maka tidak bisa digerakkan dan tampak tidak bagus. Dalam pembuatannya, Ronny juga harus melakukan koordinasi dengan film maker, apakah desain karakter yang dibuat sudah sesuai atau tidak. Kalau film maker puas, desain itu dilanjutkan ke tim Renald.

Sumber: instagram @ronngan

Infinity War bukan film kelas dunia pertama yang mereka garap. Mereka membuktikan bahwa anak bangsa juga bisa bersaing di kelas dunia, yang terpenting percaya diri dan terus berusaha.

Selain Renald dan Ronny, masih banyak warga Indonesia yang sukses berkiprah di dunia internasional. Ada Anne Avantie, desainer kebaya modern kelas dunia yang hanya lulusan SMP. Dan survei membuktikan, ada tiga wanita hebat paling dikagumi di Indonesia yang prestasinya juga diakui dunia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here