Akuisisi Lazada, Alibaba Masuki ASEAN
Ilustrasi

Beberapa hari yang lalu, kita dihebohkan dengan berita tentang akuisisi Lazada yang dilakukan oleh Alibaba. Tidak tanggung-tanggung, Alibaba menggelontorkan dana setara Rp 13 triliun dalam akuisisi ini. Hampir 80% saham Lazada dikuasai Alibaba. Seperti diketahui, Lazada telah beroperasi di 6 negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Pasar di ASEAN memang dikenal sangat besar dan paling potensial untuk pengembangan e-commerce, oleh karena itu langkah perusahaan e-commerce asal Tiongkok tersebut untuk masuk ke pasar ASEAN dinilai menjadi ancaman sekaligus tantangan baru bagi pemain e-commerce di ASEAN.

Akuisisi Lazada, Alibaba Masuki ASEAN
Ilustrasi | Sumber : gadgetren.com
Co-founder sekaligus Juru Bicara Asosiasi E-Commerce Vietnam (VECOM), Nguyen Hoa Binh, “Kami menyebut strateginya dengan People’s War, jika Jack Ma (CEO Alibaba) menganalogikan Alibaba sebagai seekor buaya di Sungai Yangtze, kami akan menjadi sekelompok piranha untuk berkompetisi dengan Alibaba secara imbang,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Binh mengungkapkan bahwa modal bukan segalanya. Modal besar tidak menentukan keberlangsungan bisnis sebuah perusahaan. Meskipun dari segi modal kalah bersaing dengan e-commerce asing, setiap pemain e-commerce lokal harus memiliki strategi unik. Hal yang paling penting dalam e-commerce adalah tim yang mengerti sepenuhnya pemahaman berbasis lokal. PeaceSoft Group dengan platform belanja lintas batasnya WeShop Indonesia telah berhasil merangkul banyak pelanggan di seluruh Indonesia dan menjadi e-commerce terpercaya karena mengedepankan pendekatan berbasis lokal dan kualitas layanan bagi pelanggan. Binh mengatakan bahwa tak heran jika demam e-commerce dalam beberapa tahun terakhir ini banyak ditawarkan diskon dan promosi yang dilakukan oleh pemain e-commerce dengan kekuatan modal yang besar untuk mempercepat pertumbuhan. Namun sayangnya justru para pemain tersebut tidak mampu bertahan lama menghadapi persaingan di dunia e-commerce.   Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis    : Andreas Maydian Puspito Editor      : Andreas Maydian Puspito Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY