AKHIRNYA DI-RECORD adalah langkah awal sebuah upaya untuk mendokumentasikan band-band yang pernah dan tengah tumbuh di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Apa yang anda pegang sekarang adalah hasil akhir dari sebuah usaha pendokumentasian yang dimulai awal tahun 2015 setelah melewati proses brainstorming, pengumpulan demo serta proses seleksi. Kompilasi AKHIRNYA DI-RECORD adalah salah rilisan dalam format kaset Record Store Day Jakarta 2015. Jika anda kebetulan pernah belajar beberapa kunci gitar, rajin mendownload MP3 serta kerap menghabiskan hidup untuk menjelajahi genre – atau bahkan sub genre-nya – musik di waktu rehat antara kuliah, membentuk band – atau berniat melakukannya – adalah langkah selanjutnya yang logis. Setidaknya, semudah itulah sebuah band terbentuk di kampus FIB UI. Rasanya, di Kansas – kependekan dari Kantin Sastra FIB UI, sudah puluhan band yang berhasil terbentuk. Awal pembentukannya bisa macam-macam. Ada yang berapi-api ingin mengulang kejayaan raksasa musik populer macam The Beatles, Bob Dylan atau The Doors. Ada yang terbentuk sebagai band dadakan wakil jurusan dalam kompetisi musik tingkat Fakultas. Ada pula – mungkin ini yang paling sering terjadi – yang terbentuk impromptu pasca ritual berbagi anggur semalam suntuk. Sayangnya, mudahnya membentuk band di FIB UI sebanding lurus dengan mudahnya sebuah band bubar tanpa meninggalkan jejak berarti (baca: rilisan) selain remah-remah kenangan manggung di acara jurusan. Kalau pun ada yang cukup militan merekam beberapa lagu, mereka kerap tak sempat menyebarkan karyanya. Syahdan, karya yang mungkin layak dengar – atau bahkan layak sanjung – harus berakhir membatu di harddisk, menunggu giliran jadi bahan dongeng tentang masa muda yang menyala-nyala. Padahal, siapa tahu, dengan sebaran yang lebih luas, karya-karya ini bisa jadi The Next Big Thing bagi gig goer, scenecaster atau bahkan music snobs yang berceceran di luar sana. Kompilasi Akhirnya Di-Record sejatinya adalah sebuah langkah sederhana untuk mewartakan keberadaan band – menurut kami – layak dengar yang tumbuh dan berkembang di Kantin Sastra FIB UI. Beberapa band yang tercakup dalam kompilasi ini sudah lama terbentuk, bahkan sebelum ide kompilasi ini lahir. Sementara, di sini lain, beberapa band dalam kompilasi ini malah baru membuka mata dan – meminjam frase klise dalam reportase musik – meniti karir di FIB UI. Juga perlu dicatat, kompilasi ini tak cukup sadis untuk menjaga kemurnian “darah sastra”. Tak semua anggota band yang ada di dalamnya mengenyam bangku kuliah di FIB UI. Asal bandnya pernah mampir di Kansas dan punya materi bagus, lagunya bisa nangkring di kompilasi. Harapan kami: biar kompilasinya berisi materi yang variatif, segado-gado karir lulusan FIB UI di luar sana. Lebih jauh, kompilasi ini juga tak mematok batasan genre yang ketat. Dalam kaset berdurasi 60 menit ini, ada lagu J-metal yang bersisian dengan solo piano ala soundtrack film Hayao Miyazaki, ada poetic folk – setidaknya begitu genre yang diyakini Sekar Sriwedari – yang diimbangi Spoken Word/Ambience milik Sutasoma Project. Lantas, biar terdengar kekinian, ada MRT yang memainkan Mainstream Modern Rock sementara Bungabel dan Erastvisu bisa dengan semena-mena kita masukan dalam kotak besar bernama Indie Rock. Tentunya, datang dari kampus yang banyak keracunan Rock N Roll dan Blues, kompilasi ini meluangkan cukup slot untuk Wonderbra dan Limelights biar tetap terasa nyastra. Sebenarnya, memberikan terlalu banyak spoiler kompilasi ini adalah tindakan yang kurang terpuji. Baiknya anda mendengar dan merasakannya sendiri. Lagipula, tugas kompilasi ini hanya mewartakan karena menurut kami ada yang kurang dari ungkapan “terekam tak pernah mati”. Bagi kami, yang terekam itu baru tak pernah mati jika disebarkan! Selamat menikmati!   RELEASE DATE 18 April 2015 di Record Store Day 2015 TRACK LIST Side A: 1. AK-47 – Headcrusher 2. Flightless Bird – Karolina 3. Spellbound – MRT 4. Sea of Fertiliity – Amakusa 5. Sungai – Bungabel 6. Berbaringlah Diam-Diam – Sutasoma Project Side B: 1. Ide Sedih – Jonathan Palempung 2. M.P.D.G – Limelights 3. Bangku Taman – Sekar Sriwedari 4. Panah – Wonderbra 5. Upside – Yuka 6. Arus -Erastvisu For The Records PROFILE Sebuah label yang dibentuk di Malang pada 2014 yang lalu. Rilisan pertama For The Records adalah split Intenna/Guttersnipe. Seturut perpindahan pendiri Label ke Jakarta. Kini, For The Records menjadi label yang berbasis di Ibu Kota. Masih di 2014, For The Records menambah awak baru. Kini di 2015, For The Records masih berniat merilis album secara suka-suka dalam format kaset pita. CONTACT Twitter: @recordsforthe Facebook: For The Records E-mail: [email protected]   Keep Breathing, Keep Inspiring! @InspiratorFreak

LEAVE A REPLY