4 Fakta Menarik Dan Hikmah Seputar Perayaan Hari Raya Nyepi

hari raya nyepi
Foto: Keepo.com

Rahajeng Rahina Nyepti Tahun Cakra 1939.

Selamat Hari Raya Nyepi, Inspirator! Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan secara unik dan penuh makna. Hari Raya Nyepi dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Oleh karenanya perayaan Hari Raya Nyepi cukup berbeda dengan perayaan hari besar lainnya.

Dilansir dari Wikipedia.com, tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta).

Pada perayaan Nyepi kali ini Inspirator Freak akan berbagi info menarik tentang  4 fakta menarik dan hikmah dibalik perayaan Hari Raya Nyepi.

Upacara Melasti, Tawur (Pecaruan), Pengrupukan dan Buta Yadnya

hari raya nyepi
Upacara Melasti, penyucian sarana persembahyangan (Foto: 4.bp.blogspot.com)

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan penyucian dengan melakukan 3 upacara yaitu Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis, Tawur atau pecaruan dan pengerupukan. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Buta Yadnya yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Serangkaian upacara ini dilakukan sebagai bentuk penyucian segala sarana persembahyangan, pemberian sesaji kepada Sang Buta Raja, dan pengusiran Buta Kala dari lingkungan.

4 Brata Nyepi

hari raya nyepi
Dua petugas keamanan adat Bali atau Pecalang memantau pelaksanaan Hari Raya Nyepi (Foto: Antara)

Saat hari H, semua umat Hindu yang merayakan harus mematuhi 4 brata penyepian yaitu amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

Pada prinsipnya, saat Nyepi, panca indra diredakan dari nafsu panca indra agar dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup semakin meningkat. Bagi umat yang memiliki kemampuan yang khusus, mereka bertapa yoga brata samadhi pada saat Nyepi itu.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali ini rupanya yang menginspirasi “World Silent Day” yang di rayakan setiap tgl 21 maret.

Ogoh-ogoh bukan bagian dari Upacara Hari Nyepi

hari raya nyepi
Ogoh-ogoh (Foto: Youtube.com)

Ogoh-ogoh sebetulnya tidak memiliki hubungan langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi. Patung yang dibuat dengan bambu, kertas, kain dan benda-benda yang sederhana itu merupakan kreativitas dan spontanitas masyrakat yang murni sebagai cetusan rasa semarak untuk memeriahkan upacara ngrupuk.

Memberikan manfaat positif kepada manusia dan alam

hari raya nyepi
Foto: Diasikinaja.blogspot.co.id

Sebuah penelitian mengungkapkan, dalam sehari perayaan Nyepi di Bali menghemat listrik sebanyak 60%, jika dirupiahkan sekitar Rp. 4 miliar, atau sekitar 290 megawatt (MW). Selain itu dapat mereduksi emisi dari Gas Karbon Dioksida (H2O) sebanyak 20.000 ton dalam sehari.
Pada saat Nyepi juga memberikan ketenangan yang luar biasa. Terutama bagi mereka yang penat dalam bekerja, dan mereka yang jarang bisa berkumpul dengan keluarga karena urusan kerja

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here