7 Ekspektasi Negatif Tentang Magang yang Pasti Pernah Terlintas di Benakmu

Sumber: ehinacareers.com

Bagi Inspirator yang sedang menempuh semester akhir di perkuliahan, pastinya akan menjalankan magang. Nah, apa sih yang ada dipikiranmu tentang magang? Eits, sebelum berpikir negatif tentang magang, coba simak dulu 7 ekspektasi negatif tentang magang yang biasanya melintas di benakmu. Ayo, jujur! Mana yang pernah terlintas di benakmu?

Anak magang hanya jadi pesuruh

Sumber: whiehorsecoffee.com.auSebelum magang, mungkin kamu sering ditakut-takuti oleh senior atau temanmu yang sudah mulai magang terlebih dahulu. Entah ditakut-takuti akan jadi anak bawang, pesuruh, atau melakukan pekerjaan remeh dan membosankan, mungkin sudah sering kamu dengar. Tapi kenyataannya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Justru, kamu harus menyiapkan mental untuk terjun ke lapangan langsung atau menyelesaikan masalah di tempat kerja. Kalaupun nanti harus mengerjakan hal remeh, ingat saja kalau hal tersebut bertujuan untuk perkembangan karaktermu.

Nggak sibuk-sibuk banget

Sumber: creativeboom.com

Banyak juga nih, yang sering berpikir kalau jadi anak magang beban tugasmu hanya sedikit. Sehingga akan banyak waktu kosong yang justru akan bikin kamu bete. Tapi kenyataannya, banyak kok tempat kerja yang mempercayai tugas utama pada anak magang yang memang terlihat aktif dan mampu. Bahkan, ada upah layak juga yang menantimu di akhir. Maka dari itu, kamu harus bersikap profesional supaya tidak dianggap remeh, ya.

Dijahilin sama karyawan tetap

Sumber: sfmic.com

Mungkin Inspirator juga sempat ketakutan nih dengan poin ini. Biasanya, karena masih anak baru, akan banyak karyawan tetap yang usil dengan memberi kritik atau lelucon padamu. Tapi kenyataannya, banyak kok lingkungan kerja yang memperlakukan anak magang selayaknya karyawan lain–tanpa harus dibeda-bedakan. Jadi, jangan langsung minder, ya.

Takut dikucilkan

Sumber: entrepreneur.com

Inspirator pernah khawatir kalau karyawan tetap yang sudah lebih senior akan mengucilkan anak magang karena dianggap belum cukup berpengalaman dan berkompeten? Buang pikiran itu jauh-jauh. Kenyataannya, sebagai anak magang yang baru datang ke lingkungan kerja tersebut, kamu punya ilmu dan pikiran yang masih segar, sehingga kamu dapat menjadi aset perusaha. Ini waktunya kamu unjuk kemampuan terbaikmu kalau kamu bukan hanya “remahan rempeyek”.

Banyak peraturan ribet

Sumber: thegrindstone.com

Kehidupanmu menjadi mahasiswa tentu akan berbeda saat kamu menjadi anak magang. Di tempat baru ini, kamu akan bertemu dengan peraturan baru yang biasanya sudah bikin kamu malas duluan–seperti bangun pagi, pakai pakaian rapi, disiplin, dan sebagainya. Tapi kenyataan, banyak juga kok perusahaan yang memberikan kebebasan pada karyawan, dari jam masuk sampai pakaian–asalkan tetap sopan. Lagipula, menaati peraturan kantor tidak ada salahnya, kan? Hitung-hitung belajar disiplin juga.

Banyak orang-orang “berumur”

Sumber: independent.co.uk

Mungkin kamu berpikir kalau lingkungan kerjamu akan membuatmu bosan dan segan karena diisi oleh orang-orang yang sudah berumur atau senior. Tapi kenyataannya, tidak perlu khawatir tidak ada anak muda yang seusiamu, karena banyak juga perusahaan yang merekrut anak muda supaya mendapatkan ide yang lebih fresh.

Susah mendapat izin ke kampus

Sumber: stylist.co.uk

Mungkin sebagian mahasiswa yang mengambil mata kuliah saat magang, tidak bisa fokus untuk menyelesaikan magang. Saat ada jadwal harus ke kampus dan tidak mendapatkan izin dari tempat magang, kamu pasti akan panik banget. Tapi kenyataannya, perusahaan yang baik dan mengerti kondisimu akan tetap memberikan izin pada anak magang untuk urusan perkuliahan, asalkan kamu mengatakannya dengan santun.

Bagaimana, Inspirator? Dari tujuh ekspektasi negatif tentang magang ini, mana yang pernah terlintas di benakmu?

(Sumber: IDNtimes)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here