60 Tahun Jadi Pendonor, Plasma Darah Langka Pria Australia Ini Selamatkan 2.4 Juta Bayi

James Harrison, pria Australia berusia 81 tahun yang sudah mendonasikan darahnya selama 60 tahun, menyumbangkan darahnya untuk terakhir kali pada 11 Mei 2018. Plasma darah langka Harrison yang mengandung antibodi dalam jumlah tinggi dipakai untuk mengembangkan Anti-D, obat yang diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko menderita penyakit Rhesus.

Penyakit Rhesus, seperti didefinisikan National Health Service, adalah, “Kondisi di mana antibodi dalam darah wanita hamil menghancurkan sel darah bayinya.” Penyakit ini juga disebut Hemolytic Disease of the Newborn (HDN), atau penyakit gangguan darah pada bayi. Penyakit ini lazim di Australia. Pada 2015, Jemma Falkenmire dari Bank Darah Palang Merah Australia mengatakan pada CNN, “Hingga sekitar tahun 1967, ada ribuan bayi meninggal setiap tahun, dokter tidak tahu mengapa, dan itu menakutkan.”

James Harrison bersumpah untuk menyumbangkan darahnya kapan pun dia bisa setelah dia sendiri menghadapi pengalaman yang mengancam nyawanya. Ketika Harrison baru berusia 14 tahun, dia harus menjalani operasi dada besar. “Ketika saya selesai menjalani operasi dua hari kemudian, ayah saya menjelaskan apa yang terjadi,” Harrison memberitahu CNN. “Kata Ayah, saya menerima 13 liter darah dan nyawa saya diselamatkan orang-orang tidak dikenal. Ayah saya juga pendonor darah, jadi saya berkata setelah usia saya cukup dewasa, saya akan menjadi pendonor darah.”

Asal plasma darah langka Harrison

Menepati janjinya, James Harrison mulai mendonasikan darahnya pada 1954. Tidak lama setelah itu, para dokter membuat penemuan yang menyelamatkan nyawa dalam jumlah tidak terhitung banyaknya. Mereka menyadari bahwa antibodi langka spesifik dalam plasma darah Harrison bisa dipakai untuk membuat obat yang bisa mengatasi HDN. Mereka pun menghubungi Harrison dan bertanya apakah dia bersedia ambil bagian dalam program Anti-D. “Mereka meminta saya menjadi kelinci percobaan, dan saya mendonasikan darah saya sejak saat itu,” kata Harrison pada Sydney Morning Herald.

OpenStax College

Dokter menduga tubuh Harrison mungkin mengembangkan antibodi itu karena transfusi darah yang dia terima ketika berusia 14 tahun. Menurut Bank Darah Palang Merah Australia, Harrison satu dari tidak lebih dari 50 orang di Australia yang memiliki antibodi ini. “Setiap batch Anti-D yang pernah dibuat di Australia berasal dari darah James,” Falkenmire memberitahu CNN, “dan lebih dari 17 persen wanita di Australia memiliki risiko, jadi James sudah menolong menyelamatkan nyawa.” Bank Darah memperkirakan antibodi Harrison sudah menyelamatkan 2.4 juta bayi.

YouTube/KHON2

Satu dari bayi-bayi itu kebetulan cucu laki-laki itu sendiri. Putri Harrison, Tracey Mellowship, membutuhkan suntikan Anti-D pada 1992 setelah melahirkan putra pertamanya. Dia menulis di postingan akun Facebook-nya pada April, “Terima kasih kepada Ayah, saya melahirkan putra yang sehat lagi pada 1995. Terima kasih, Ayah, karena memberi saya kesempatan memiliki dua anak yang sehat–cucumu.”

James Harrison, yang mendapatkan julukan “laki-laki bertangan emas”, dianugerahi penghargaan dari Order of Australia pada 1999, dan melakukan donor darah keseribu kalinya pada Mei 2011. Meskipun sudah menyumbangkan darah sesering itu, dia masih takut jarum, dan tidak bisa melihat staf kedokteran menyuntikkan jarum ke lengannya. “Saya menatap si perawat atau langit-langit, mungkin berbincang sedikit dengan mereka, tapi tidak pernah satu kali pun menyaksikan jarum menembus tangan saya,” Harrison memberitahu CNN. “Saya tidak tahan melihat darah, saya tidak sanggup menahankan sakit.”

Pemegang rekor orang paling sering berdonor

Pada usia 81 tahun, James Harrison secara resmi telah mencapai batas usia untuk berdonor, artinya dia tidak bisa lagi mendonorkan plasmanya yang berharga. Falkenmire memberitahu CNN bahwa dia berharap orang-orang lain yang memiliki jenis antibodi yang sama akan terinspirasi oleh Harrison untuk mendonorkan darah juga. “Yang bisa kita lakukan adalah berharap ada orang-orang di luar sana yang cukup murah hati untuk melakukannya,” katanya, “dan dengan tidak egois seperti Harrison.”

Meskipun Harrison memegang rekor sebagai orang paling sering berdonor (1173 kali), dia memberitahu Bank Darah bahwa dia berharap seseorang memecahkan rekornya. “Saya berharap rekor itu dilampaui seseorang,” kata Harrison, menurut Straits Times, “karena itu berarti mereka sepenuh hati melakukan kebaikan ini.”

Facebook/Australian Red Cross Blood Service

(Diterjemahkan dari: providr.com)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here