5 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber: www.kompasiana.com

Hari lebaran telah kita lewati, berbagai daerah di Indonesia baru saja menggelar perayaan untuk menyambut hari kemenangan. Beberapa daerah bahkan punya tradisi unik dan tentu saja syarat makna dan kebersamaan. Berikut 5 tradisi unik lebaran di Indonesia:

  1. Meriam Karbit – Pontianak

meriam karbit
Sumber: www.panduanwisatakotapontianak.files.wordpress.com
Menyambut hari raya idul fitri, warga Pontianak biasanya mengadakan festival meriam karbit tepat di saat malam takbiran di sepanjang Sungai Kapuas. Ratusan meriam yang terbuat dari bambu dan diberi karbit lalu disulut sehingga tampak seperti perang. Tradisi membunyikan meriam karbit saat puasa hingga lebaran, telah berlangsung berpuluh tahun lamanya. Tradisi tersebut tidak pernah putus di masyarakat yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah setempat membuat peraturan, meriam karbit hanya dapat dibunyikan pada saat tiga hari sebelum lebaran dan tiga hari setelah lebaran.

  1. Tellasan – Madura

tellasan
Sumber: www.ifaikah2.wordpress.com
Tellasan merupakan tradisi masyarakat Madura dalam menyambung tali silaturahmi tak hanya dengan sanak saudara tetapi juga dengan tetangga dan sesepuh kampung. Dalam tellasan, perempuan Madura akan ter’ater (mengantar sebuah hantaran makanan) kepada tetangga dan orang yang dianggap sepuh di kampung itu. Uniknya, saat mengantar hantaran, perempuan Madura menggunakan talam/nampan yang ditaruh diatas kepala. Hantaran biasanya berupa nasi pettok (nasi putih yang dibungkus daun pisang), ayam adun (opor ayam)/ayam bumbu bali, kue-kue tradisional, dan tapai (tape ketan). Menariknya dalam tellasan, tidak ada ketupat. Ketupat ada saat tellasan petto (lebaran hari ke-7).

  1. Perang Topat – NTB

perang topat
Sumber: www.anamaharani.blogspot.com
Tradisi lebaran ketupat di Lombok berlangsung turun-temurun semenjak ratusan tahun lalu. Selain dianggap sebagai rangkaian kegiatan untuk merayakan Idul Fitri, acara tersebut juga memiliki misi mempertahankan tradisi leluhur dan nenek moyang. Perang Topat atau Perang Ketupat biasanya berlangsung sekitar seminggu setelah Lebaran. Tradisi tersebut merupakan ritual turun-temurun di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ciri khasnya tentu saja perang ketupat atau saling melempar ketupat. Ada beberapa kali Perang Topat dalam setahun. Namun Perang Topat saat lebaran umum disebut sebagai Lebaran Topat.

  1. Tumbilotohe – Gorontalo

tumbilotohe
Sumber: voice-of-alf.blogspot.com
Tumbilotohe adalah tradisi pasang lampu minyak sebagai tanda bakal berakhirnya bulan suci Ramadhan di Gorontalo, biasa dilaksanakan pada tiga malam terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berasal dari kata ’tumbilo’ yang berarti pasang dan ‘tohe’ berarti lampu. Lampu-lampu minyak yang dipasang di tanah lapang disusun dengan berbagai formasi hingga membentuk gambar masjid, kitab suci Al Quran dan kaligrafi yang mempesona. Ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk menikmati kota Gorontalo dengan sangat terang benderang.

  1. Tradisi Bakar Gunung – Bengkulu

tradisi bakar gunung Warga Bengkulu punya tradisi unik untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Warga Bengkulu menyebut tradisi ini dengan Ronjok Sayak atau bakar gunung api. Tradisi Ronjok Sayak ini disebut-sebut sudah dilakukan oleh Suku Serawai sejak ratusan tahun lalu. Ronjok Sayak atau bakar gunung api menggunakan batok kelapa yang disusun seperti tusuk sate hingga menjulang. Batok kelapa yang sudah disusun di depan rumah warga itu lalu dibakar sehingga disebut bakar gunung api. Waktu pembakarannya pun serentak yakni selepas salat isya. Tradisi ini pun membuat suasana lebaran semakin meriah dan semarak. Nah, Inspirator bagaimana tradisi unik lebaran di daerahmu? Pasti tak kalah serunya kan!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1937 H

Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Editor   : Nindya Kharisma Cahyaningtyas Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspiratorfreak Web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)  

SHARE
Previous articleBerbuka Puasa Ceria ala Mahasiswa Sosial
Next articleWhy Me?

LEAVE A REPLY