5 Lompatan Kecil Mulai Usaha Start-Up, Nomor 4 Paling Susah!

Start Up
Source : Startupdaily.com

Tren digital yang melanda Indonesia  mampu mendorong masyarakat melakukan berbagai aksi. Saat ini, setiap orang secara bebas dapat membuka bisnis mulai dari online shop, aplikasi, sistem pembayaran, jasa, perdagangan dan lain sebagainya.

Menurut laporan Start-up Muster, 23,8% dari pendiri start-up berada di rentang usia 30-35 tahun. Diikuti 18% berusia 35-40 tahu. Namun demikian, 50%  tidak memiliki pengalaman start-up sebelumnya.

Di Australia, orang-orang yang terjun ke dunia start-up memiliki dua atau tiga karier sebelum beralih menjadi pengusaha. Mereka tahu caranya bernegosiasi serta memiliki jaringan yang mapan. Akan tetapi, ada banyak hal yang bisa mengintimidasi seseorang untuk memulai start-up, salah satunya adalah masalahan keamanan finansial.

Lalu, bagaimana memulai perjalanan start-up di pertengahan karier agar tepat dan tidak salah langkah?

  1. Saat Mengambil Lompatan

Inspirator dapat melakukan start-up hanya jika siap untuk memberikan beberapa manfaat dari kehidupan perusahaan. Termasuk membutuhkan tantangan di dalamnya.

Start Up Company
Source : betahausacademy.com

Bruce Wren, 53 CEP Swipezy, berniat usaha ketika mendapatkan kesempatan untuk mengambil alih perusahaan teknologi keuangan pada tahun 1990-an. Namun, saat itu dia tidak bisa meyakinkan keluarganya sehingga membiarkan kesempatan itu pergi. “Saat itulah aku tahu seorang pengusaha. Saya ingin mengambil risiko”, ujarnya. Inspirator harus menyadari momentum yang tepat untuk mengambil lompatan serius.

  1. Mengumpulkan kembali kepercayaan

Casual People Meeting At Industrial Office
Casual People Meeting At  Office

Ada banyak hal yang belum Inspirator ketahui dan pahami dan itu menjadi tantangan yang cukup berat. Inspirator harus mau belajar berbagai hal baru. Baik dari sumber buku bahkan bertanya pada orang yang sudah lama berkecimpung di dunia start-up.

  1. Manfaat Pengalaman

Pengalaman atau tempaan keras selama menjalani karier sangat membantu. Selain itu, memiliki jaringan kontak yang solid juga akan banyak membantu.

Start Up Office
Keen IO at the Heavybit offices. Photo: Josh Valcarcel/WIRED
  1. Lepaskan Keamanan Finansial

No Money
Source : LazyGamer.com

Sebagian orang akan lebih memilih untuk menjadi karyawan dalam sebuah perusahaan dan menerima secara pasti gaji pokok setiap bulannya. Beda halnya dengan seorang yang berkecimpung di start-up.  Banyak risiko keuangan yang akan menghadang ketika Inspirator berkomitmen untuk memulai start-up. Beberapa kasus seperti menjual rumah, mengambil tabungan, berutang ke bank maupun pihak lain. Anda harus siap dengan hal ini.

  1. Membangun tim yang mendukung

Good Team
great team. Source : success.com

Untuk berhasil membuat pergeseran ke start-up, Anda bisa mencari orang-orang yang telah membuat keputusan yang sama. Dengarkan pengalaman mereka dan ambil pelajaran yang penting.

Sumber referensi: Sindo

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@Inspiratorfreak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here