puisi yang mengkritisi isu sosial
Foto: Junantoherdiawan.com

“Sastra adalah setiap upaya untuk menggali suara dari nurani melalui bahasa”

Kutipan dari sastrawan Okky Madasari ini sangatlah tepat untuk mengartikan puisi sebagai karya sastra. Puisi memang tak sekadar kata-kata puitis tanpa arti tetapi buah pemikiran kritis sang penulis.

Nah, Inspirator memperingati hari puisi nasional yang jatuh setiap tanggal 28 April, Inspirator Freak mau berbagi info penting nih mengenai 5 karya puisi yang mengkritisi isu sosial di Indonesia karya penyair yang namanya mendunia.

  1. Aku – Chairil Anwar

    Foto: http://1.bp.blogspot.com

“Aku ini binatang jalang//Dari kumpulannya terbuang”

Potongan puisi karya sang penyair pelopor angkatan ’45 ini begitu melekat di hati masyarakat. Bahkan puisi “Aku” dipajang di tembok Kota Leiden, Belanda. Puisi “Aku ini” menggambarkan sebuah perlawanan yang ditulis oleh Chairil Anwar di tahun 1945 melawan pendudukan Jepang dan juga Belanda. Selain puisi “Aku”, puisi-puisi Chairil lainnya menyangkut banyak hal mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, hingga interpretasi.

  1. Pepatah Buron – Wiji Thukul

Foto: Jangansampailupa.com

“Penindasan adalah guru yang paling jujur//Bagi yang mengalami//Lihatlah tindakan penguasa//Bukan retorika bukan pidatonya”

Ya, dari puisilah Wiji Thukul menyuarakan ketidakadilan yang dilakukan para penguasa. Hanya karena puisi-puisinya yang mengkritisi zaman orde baru, Wiji Thukul menjadi buronan. Bahkan ia disebut-sebut sebagai dalang kerusuhan 27 Juli 1996 di Jakarta. Namun keberadaannya lenyap seiring runtuhnya orde baru dan tak pernah ditemukan hingga kini. Puisi-puisi Thukul lugas, tegas dan banyak bercerita mengenai kezaliman penguasa orde baru.

  1. Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta – WS Rendra

Foto: Kompas.com

“Pelacur-pelacur Kota Jakarta//Dari klas tinggi dan klas rendah//Telah diganyang telah diharu biru//Mereka kecut, keder, terhina dan tersipu”

Puisi karya Rendra ini menyindir kebiasaan nakal para oknum pejabat sekaligus mengangkat realita kemiskinan dari sudut pandang yang berbeda, pelacur. Selain mengangkat tema sosial, karya-karya puisi Rendra juga mengangkat tema yang universal.

  1. Salemba – Taufiq Ismail

Foto: Bio.or.id

“Anakmu yang berani//Telah tersungkur ke bumi//Ketika melawan tirani”

Orde lama ke orde baru memakan banyak korban anak-anak bangsa sendiri. Banyak mahasiswa hilang. Banyak dosen dikejar-kejar, demikianlah makna dari penggalan puisi diatas. Puisi-puisi Taufiq Ismail lebih dekat kepada persoalan politik dalam negeri, kondisi sosial ekonomi, dan hal-hal kontemporer lainnya. Pada umumnya Taufiq mengarang puisi dalam konteks bernafaskan politik dan agama.

  1. Gersang – Okky Madasari

Foto: Inspirator Freak

“Kau hanya belantara gersang//Segalanya telah dibabat orang//Kau tubuh yang tak lagi teduh//Tak lagi ramah menjadi rumah”

Sering bepergian ke beberapa tempat dan bertemu banyak orang serta peristiwa menjadi latar belakang puisi-puisi karya Okky Madasari. Puisi berjudul Gersang salah satunya. Dalam bait-baitnya, sang penulis menyuarakan isu illegal logging di Pontianak, Kalimantan Barat.

Demikianlah puisi, sebagai karya sastra, puisi tak hanya berani menyuarakan berbagai isu sosial tetapi merekam perjalanan sejarah negeri ini.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

 

SHARE
Previous article4 Film Indonesia Dengan Unsur Puitis Menggugah Hati
Next article8 Jenis Phobia Aneh Dan Unik Pada Manusia, Apakah Kamu Mengalami Salah Satunya?

LEAVE A REPLY