5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku

Pangung Milan Fashion Week (Ilustrasi: Wsj.com)

Sering banget kita mendeskripsikan seorang kutu buku itu makhluk individual, cupu, kuper, sok tahu, dan pelit kasih contekan. Eitss..belum tentu loh Inspirator. Ada beberapa penjelasan nih, yang bisa membuat Inspirator lebih tahu tentang sosok si kutu buku ini. Berikut 5 hal yang akan mengubah persepsimu tentang si kutu buku.

  1. Makhluk Individual
5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku
Ilustrasi: Huffingtonpost.com

Diberbagai situasi, sering kita temuin si kutu buku duduk sendiri dan tertunduk takzim dengan tangan memangku buku. Membaca buku terkadang memang butuh sendiri, konsentrasi dan ketenangan agar apa yang dibaca mudah dicerna.  Begitupun yang dilakukan sikutu buku. Jadi bukan berarti mereka anti sosial loh.

  1. Cupu
5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku
Pangung Milan Fashion Week (Ilustrasi: Wsj.com)

Kutu buku itu pakai kaca mata tebal, kawat gigi, rambut dikepang dua dan gaya berbusana yang ketinggalan jaman. Itu hanya gambaran dari tokoh dari film yang pernah kita tonton. Kenyataannya gak selalu begitu loh Inspirator. Buktinya artis Hollywood seperti Emma Robert dan Natalie Portman yang kutu buku jauh dari kesan itu. Bahkan panggung Milan Fashion Week dari brand Gucci pernah memperagakan koleksi khusus kutu buku yang keren banget.

  1. Sok tahu
5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku
Ilustrasi: Huffingtonpost.com

Ketika ada guru atau dosen bertanya tentang materi pelajaran atau kuliah, si kutu buku selalu jadi orang pertama yang mengacungkan tangan dan menjawab pertanyan dengan tepat. Sok tahu! Sok pintar! Terkadang itu yang terlintas dipikiran kita. Tapi yang harus Inspirator pahami, mereka bukan sok tahu dan sok pintar, mereka hanya tahu lebih cepat dari kita karena seringnya membaca buku termasuk materi sekolah ataupun kuliah.

  1. Pelit kasih contekan
5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku
Ilustrasi: alkas.lt

Saat ujian berlangsung, kita sibuk banget memberi kode pada sikutu buku untuk minta contekan. Tapi sikutu buku seolah tak peduli dan pura-pura gak ngerti. Menyebalkan memang! Tapi kita juga harus melihat situasi ini dari perspektif si kutu buku. Ujian sekolah selalu penting baginya, makanya ia belajar dari buku-buku yang dia baca. Sikap “pelit” kutu buku harusnya membuka mata kita betapa keinginan belajar kita sangatlah minim, bukan malah menjudge si kutu buku pelit.

  1. Kuper dan berkepribadian tertutup
5 Hal Yang Akan Mengubah Persepsimu Tentang Si Kutu Buku
Ilustrasi: www.thehaystack.tv

Meskipun ia seorang kutu buku bukan berarti ia selalu berada di perpustakaan maupun di toko buku. Sikutu buku ini justru orang yang terbuka dan bergaul dengan siapa saja. Apalagi untuk hal-hal yang berhubungan dengan wawasan. Kutu buku bertemu banyak orang untuk saling bertukar pikiran. Tengok saja kutu buku di masa lalu yang nama besarnya kita tahu hingga saat ini. Sebut saja Napoleon, Harun Alrashid, Bung Karno dan Hatta.

Nah, Inspirator, kutu buku tak ada bedanya dengan kita yang memiliki hobi tersendiri, yang berbeda adalah medianya. Jika media kutu buku adalah buku, maka media hobi kita seperti musik adalah not-not balok, dll. Begitu pun hobi lainnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here