Inspirator pastinya sering menyaksikan berbagai film-film buatan Hollywood seperti Iron Man, The Avengers, Shrek, Transformers atau film-film animasi lainnya seperti Upin-Ipin. Beberapa contoh film yang telah disebutkan tadi cukup banyak menggunakan berbagai macam spesial efek dan animasi komputer yang rumit serta melibatkan para animator dalam proses pembuatannya. Ternyata, dalam berbagai film-film tersebut, ada beberapa anak muda Indonesia yang ikut terlibat dalam menangani proyek film-film blockbuster. IF akan merangkum 5 animator muda Indonesia yang karya-karyanya sudah mendunia. 1.Rini Triyani Sugianto

Sumber: Apa Kabar Dunia
Pernah menonton The Adventure of Tintin: Secret of Unicorn? Film animasi 3D karya Steven Spielberg ini dikenal sebagai salah satu film yang menggunakan animasi komputer yang sangat detail dan sempurna. Di balik film ini, seorang animator Indonesia, Rini Triyani Sugianto terlibat dalam proses pembuatan film tersebut. Sejak kecil Rini sudah menjadi penggemar komik Tintin. Pasca menggarap Tintin, Rini sempat bekerja pada perusahaan animasi milik sutradara Peter Jackson, WETA digital di Selandia Baru. Perusahaan ini merupakan perusahaan animasi yang terlibat dalam pembuatan film-film blockbuster Hollywood seperti X-Men First Class, King Kong, Lord of The Ring hingga Avatar. Ketika bekerja di perusahaan WETA Digital milik sutradara Peter Jackson inilah Rini ikut menggarap film The Avengers. Setelah itu, Rini kembali masuk dalam tim pembuatan film The Avengers: Age of Ultron. Rini juga pernah terlibat menggarap Animasi film TED 2  dan The Hobbit. 2.Andre Surya
Sumber: twimg.com
Film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, Dan Transformers: Ravenge of the Fallen merupakan film-film yang melibatkan Andre Surya dalam proses pembuatan animasinya. Bekerja di perusahaan efek terbesar dunia, Industrial Light and Magic telah memberikan Andre Surya kesempatan-kesempatan untuk berkarya di kancah Internasional. Pasca melalang buana lewat pekerjaannya di Industrial Light and Magic,  Andre Surya kini tengah disibukkan dengan pembangunan dan pengembangan perusahaannya sendiri yaitu Studio Enspire Studio. 3.Marsha Chikita Fawzi
Sumber: Femina.co.id
Siapa yang sering menonton film animasi Upin-Ipin? Film yang menyajikan kelucuan dua anak kembar ini ternyata juga melibatkan seorang animator muda asal Indonesia bernama Marsha Chikita Fawzi. Perempuan yang biasa disapa akrab Chiki ini pada awalnya hanya bekerja paruh waktu di sebuah rumah produksi asal Malaysia demi memenuhi persyaratan nilai akademisnya. Berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan produksi animasi pernah dilakukan secara serabutan dengan tenggat waktu yang lumayan singkat. Dalam proses pembuatan film Upin-Ipin, Chiki merupakan animator muda yang sangat jeli dalam membangun karakter setiap tokoh di film tersebut. Ia selalu menyempatkan diri pergi ke taman bermain untuk mengobservasi tingkah laku anak kecil saat mereka berjalan, berlari, berbicara, tertawa dan berbagai macam ekspresi lainnya. Hal ini dilakukannya sebagai bahan referensi agar bisa menciptakan tokoh yang terkesan lebih hidup. Namun kini ia sudah kembali ke Indonesia dan mendirikan perusahaan animasi khas Indonesia, Monso House, perusahaan animasi independen yang dibuat bersama lima orang rekannya. Perusahaan kecil yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu ini cukup aktif dalam berkarya. Salah satu proyek besar yang akan digarap dalam waktu dekat ini adalah film animasi yang berjudul Goceks, mengisahkan anak-anak kecil yang bermain bola di jalanan. Film animasi ini menjadi harapan Chiki bahwa Indonesia bisa memiliki Intelectual Property (IP) yang menggambarkan Indonesia. 4.Griselda Sastrawinata
Sumber: http://proudmerahputih.com/
Bagi kamu yang menggemari film Shrek, Kungfu Panda, Madagascar dan Monster Aliens Inc, Griselda ada dalam salah satu anggota tim yang menggarap film-film terkenal tersebut. Wanita berusia 32 tahun ini merupakan lulusan Art Center College of Design (ACCD) di Pasadena, California AS. Bergelar Bachelor Fine Art membawanya menjadi salah satu karyawan di studio animasi Dreamworks Studio. Bukan hanya menjadi seorang animator, ia juga mengajar Ilmu Komunikasi Visual di kampus almamaternya. 5.Ronny Gani
Sumber: voanews.com
Dibalik kesuksesan film superhero ‘Ant-Man’ produksi Marvel Studios yang dibintangi oleh aktor Paul Rudd dan Michael Douglas, ada sosok animator Indonesia, Ronny Gani, yang ikut terlibat dalam penggarapan animasinya. Transformers: Age of Extinction juga menjadi salah satu proyek garapan pria yang belajar animasi secara otodidak ini. Lewat kerja kerasnya, Ronny Gani mampu menjadi salah satu karyawan di sebuah perusahaan film animasi yang berbasis di Singapura, yaitu Industrial Light & Magic (ILM), anak perusahaan dari Lucas Film. Selain Transformer, pria ini  juga ikut menggarap Avenger: Age of Ultron. Beberapa adegan yang animasinya dikerjakan oleh Ronny adalah adegan di kapal Ulysses Klaue dan pada waktu Ultron bertemu dengan Maximoff twins. Selama penggarapan, Ronny dan teman-teman sesama animator berusaha menciptakan adegan pertarungan yang seru untuk ditonton. Dunia animasi memang sudah dicintai Ronny sejak dulu. Ia pun selalu senang jika diminta untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di bidang animasi. Masih banyak animator muda Indonesia, kehadiran lima animator muda Indonesia ini membuktikan bahwa karya-karya anak bangsa bisa diakui oleh dunia berkat kerja keras, konsistensi dan ketekunan mereka dalam bekerja. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Dylan Aprialdo Rachman Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

     

LEAVE A REPLY