Tradisi Unik Nelayan
Ilustrasi

 “Nenek moyangku seorang pelaut Gemar mengarung luas samudra”

Penggalan lagu anak-anak yang akrab di telinga Inspirator ini memanglah tepat jika dihubungkan dengan sejarah Indonesia sebagai negeri kepulauan, di mana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai pelaut/nelayan.

Sejarah inilah yang kemudian melahirkan beberapa adat yang turun-temurun atau biasa kita kenal tradisi di masyarakat pesisir. Berikut 4 tradisi unik nelayan Indonesia yang sarat makna.

1. Ngajaring

Tradisi Unik Nelayan Ngajaring
Ilustrasi | Sumber: dispar.pangandarankab.go.id

Ngajaring merupakan bentuk kegiatan bersama dengan menarik jaring reret yang telah disebar dengan menggunakan perahu dan kemudian menariknya ke bibir pantai. Besar kecilnya jumlah tangkapan langsung dijual dan kemudian hasilnya dibagi rata bagi semua mereka yang ikut menarik jaring reret.

Tradisi ini memiliki makna gotong royong di antara para nelayan. Selain itu, ngajaring reret juga bisa menjadi daya tarik para wisatawan yang datang ke Pangandaran untuk merasakan langsung sensasi menarik jaring reret dan melihat semangat gotong royong para nelayan.

2. Sedekah Laut

Tradisi Unik Nelayan Sedekah Laut
Ilustrasi | Sumber: Bayumasnews.com

Upacara Sedekah Laut merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir Pulau Jawa, baik pesisir selatan ataupun pesisir utara. Sedekah laut digelar setahun sekali sebagai wujud rasa syukur para nelayan serta doa dan harapan mereka dalam mencari penghidupan dari hasil laut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mewarisi kebudayaan turun-temurun dari nenek moyang dan memohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya selama melaut.

3. Nadran

Tradisi Unik Nelayan Nadran
Ilustrasi | Sumber: pcmhaurgeulis.blogspot.com

Sebuah tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh nelayan Indramayu setiap dua minggu setelah lebaran Idul Fitri. Kata Nadran berasal dari kata nadzar – nadzaran – nadran yang berarti kaul atau syukuran.

Tradisi Nadran sendiri mula-mula diawali dengan diadakannya pagelaran tari-tarian dan hiburan rakyat tradisional seperti reog, jaipong, genjring, tari kerbau dan lain-lain. Syukuran nelayan Indramayu perihal diadakannya tradisi ini sendiri adalah atas rezeki melimpah yang telah diberikan Tuhan kepada mereka baik berupa keselamatan ketika berlayar di laut maupun hasil ikan yang melimpah sepanjang tahun yang lalu.

4. Sorong Ka Sèrèng

Tradisi Unik Nelayan Sorong Ka Sèrèng
Ilustrasi | Sumber: kedopok.kelurahan.probolinggokota.go.id

Sebagai wilayah bagian tengah Pulau Madura, Kabupaten Sumenep memiliki batas wilayah pantai yang terletak di bagian utara yaitu pesisir Laut Jawa dan wilayah selatan, Selat Madura. Dari kehidupan pesisir itulah muncul tradisi masyarakat pesisir Sampang, salah satunya dikenal tradisi Sorong Kasereng – “sorong ka sèrèng “ (dorong ke pesisir, ind).

Kesenian ini diekspresikan dalam bentuk tari, umumnya dimainkan oleh anak-anak nelayan yaitu menggambarkan saat air laut pasang, mereka ikut membantu para orang tua yang turun dari laut untuk membantu hasil tangkapan ikan dari perahu. Tarian ini menunjukkan kegembiraan karena hasil tangkapan orang tua mereka melimpah atas rejeki yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Diolah dari berbagai sumber

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Editor   : Siti Ayu Handayani

Inspirator Freak

Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleThe 5th Java Business Competition 2016
Next article(Andai) Indonesia Masuk 10 Negara Tersehat di Dunia

LEAVE A REPLY